JAKARTA, ONtime.ID — Insiden mengejutkan terjadi di SDN 01 Kalibiru, Cilincing, Jakarta Timur, pada Kamis, 11 Desember 2025, ketika sebuah mobil khusus pengangkut makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara tiba-tiba menerobos pagar sekolah dan menabrak kerumunan siswa serta guru yang sedang mengikuti kegiatan literasi pagi.
Peristiwa tersebut menyebabkan 18 orang terluka, terdiri dari 17 siswa dan 1 guru, yang seluruhnya langsung dievakuasi ke dua rumah sakit terdekat.
Berdasarkan kesaksian warga serta tenaga pendidik di lokasi, kejadian berlangsung saat siswa berkumpul di lapangan untuk mengikuti agenda rutin literasi pagi. Mobil pengangkut makanan MBG tiba seperti biasa untuk mengantar pasokan makanan yang akan dibagikan setelah kegiatan belajar dimulai.
Namun, tidak lama setelah memasuki area depan sekolah, kendaraan tersebut menghantam pagar besi yang membatasi area parkir dengan lapangan sekolah. Suara benturan keras membuat guru dan siswa yang berada di sisi lapangan refleks menoleh, namun sebelum sempat menghindar, mobil sudah menabrak puluhan siswa dan guru.
Dugaan awal mengarah pada kesalahan pengemudi yang diduga bermaksud menginjak pedal rem, namun tanpa sengaja justru menekan pedal gas. Kesalahan tersebut membuat mobil melaju mendadak dan sulit dikendalikan, terlebih pada kondisi area sekolah yang ramai oleh anak-anak.
“Kami melihat mobil tiba-tiba ngebut setelah rem mendecit. Sopir terlihat panik,” ujar salah satu guru yang enggan disebutkan namanya. “Tiba-tiba saja mobil menerobos pagar dan siswa berjatuhan.”
Polisi telah mengamankan sopir untuk menjalani pemeriksaan. Kondisi fisik dan psikologis pengemudi, kelayakan kendaraan, serta prosedur distribusi logistik MBG menjadi fokus utama penyelidikan. Meski hasil investigasi resmi belum dirilis, kepolisian memastikan akan melakukan pendalaman menyeluruh untuk memastikan apakah insiden ini murni kelalaian atau ada faktor teknis yang berperan.
Upaya penyelamatan berlangsung cepat berkat respons dari guru, warga sekitar, serta petugas medis yang tiba beberapa menit setelah kejadian. Para korban, yang umumnya mengalami luka benturan, memar, dan beberapa di antaranya mengalami cedera lebih serius, segera dilarikan ke dua fasilitas kesehatan terdekat.
Sebagian besar korban, terutama siswa dengan luka ringan hingga sedang, dirujuk ke RSUD Cilincing untuk mendapatkan perawatan pertama. Sementara korban dengan cedera yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan dibawa ke RS Koja, yang memiliki fasilitas penanganan trauma lebih lengkap.
Petugas medis menyebut sebagian siswa mengalami syok akibat kejadian tersebut, sementara seorang guru mengalami luka pada bagian kaki dan bahu akibat terseret ketika mencoba melindungi murid-muridnya.
Hingga siang hari, pihak rumah sakit menyatakan seluruh korban dalam kondisi stabil, meskipun beberapa masih harus menjalani observasi lanjutan.
Insiden ini meninggalkan trauma mendalam, baik bagi siswa maupun tenaga pengajar yang menyaksikan langsung kejadian tersebut. Para orang tua dari seluruh korban berbondong-bondong datang ke rumah sakit setelah mendapat kabar dari pihak sekolah.
Kepala Sekolah SDN 01 Kalibiru, dalam pernyataan singkatnya, menyampaikan rasa prihatin mendalam atas insiden tersebut dan menegaskan bahwa pihak sekolah akan memberikan pendampingan penuh bagi para korban dan keluarganya.
“Kami sangat berduka atas kecelakaan ini. Prioritas kami adalah memastikan siswa mendapatkan perawatan terbaik dan pendampingan emosional,” ujarnya. Sekolah juga menegaskan akan berkoordinasi dengan kepolisian serta pemerintah daerah untuk mengevaluasi standar operasional distribusi makanan MBG. (*)













