PADANG, ONTIME.ID—Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Kapolda Sumbar) bakal kembali menggelar Operasi Ketupat Singgalang 2024 pada momen Lebaran tahun ini. Sebanyak 2.545 personel bakal diturunkan dalam operasi yang akan berlangsung selama tiga belas hari, mulai tanggal 4-16 April 2024 mendatang itu.
Hal ini terungkap saat Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat Singgalang 2024 di Ruang Jenderal Hoegeng Lantai IV Mapolda Sumbar, Rabu (27/3). Rapat yang dibuka langsung Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono itu turut dihadiri Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah; Kepala Dishub Sumbar, Dedy Diantolani; dan Kepala BPBD Sumbar Rudi Rinaldi. Kemudian, perwakilan Bulog, PLN, PJU Polda Sumbar, serta para kapolres beserta kabag ops, kasat intelkam, dan kasat lantas sejajaran Polda Sumbar.
Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono mengatakan, perayaan Idulfitri 1445 Hijriah hanya dapat terwujud dengan optimal, lancar, dan sukses lewat kerja sama serta kebersamaan dari seluruh lembaga, instansi, dan pemangku kepentingan terkait.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pengamanan arus mudik, arus balik, dan libur Lebaran telah menjadi salah satu fokus dan atensi jajaran Polri di seluruh daerah, termasuk Polda Sumbar. Oleh karena itu, Operasi Ketupat Singgalang 2024 akan kembali digelar dengan melibatkan aparat TNI/Polri, dinas, maupun instansi terkait yang bersifat terbuka.
Jenderal bintang dua itu menyebutkan, pada Operasi Ketupat Singgalang 2024 kali ini, Polda Sumbar dan jajaran melibatkan sebanyak 2.545 personel. Jumlah itu juga didukung personel TNI, instansi, maupun lembaga terkait lainnya sebanyak 2.223 personel.
Sedang untuk lokasi atau objek pengamanan berjumlah sebanyak 793 lokasi, dengan rincian 525 lokasi salat Id (lapangan/masjid), 18 terminal, 8 pelabuhan, 3 bandar udara, 17 stasiun kereta api, 102 pasar atau pusat perbelanjaan, serta 120 tempat wisata dan rekreasi. “Pos yang disiapkan dalam rangka Operasi Ketupat Singgalang 2024 berjumlah 91 lokasi, terdiri dari 37 lokasi pospam, 50 lokasi posyan, dan 4 lokasi pos terpadu,” ucap Kapolda.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyebutkan, Hari Raya Idulfitri adalah bagian dari tradisi dan ibadah bagi umat muslim di Indonesia. Atas dasar itu, langkah-langkah dalam mengantisipasi kemacetan, kecelakaan, dan pelanggaran perlu segera disiapkan.
“Diprediksi, jumlah kendaraan bermotor yang masuk ke Sumbar akan semakin meningkat, dan tentu ini menjadi salah satu titik perhatian kami dalam Operasi Ketupat Singgalang 2024. Sebab, lalu lintas adalah bagian dari urat nadi kehidupan, cermin budaya bangsa, dan cermin kualitas kemodernan,” tuturnya.
Mahyeldi menyatakan, Dishub Sumbar telah melakukan beberapa langkah antisipasi untuk memastikan penyelenggaraan angkutan selama Lebaran tahun ini dapat berjalan lancar. Di antaranya dengan memonitoring jalur-jalur alternatif, memastikan ketersediaan angkutan penumpang umum yang memenuhi standar teknis dan laik jalan, serta melakukan koordinasi dengan beberapa instansi terkait.
“Kami juga akan menempatkan beberapa pos terpadu pengaturan lalu lintas guna mendukung pelaksanaan one way yang rencananya akan kembali diterapkan selama Operasi Ketupat Singgalang 2024 ini. Posko terpadu ini diharapkan dapat mewujudkan transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” katanya. (vand)













