BUKITTINGGI, ONTIME.ID- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Bukittinggi, mengajukan permintaan bergabung dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Bukittinggi, untuk menjadi satu Fraksi di DPRD Kota Bukittinggi.
Permintaan bergabungnnya PPP dengan Fraksi PAN di DPRD Bukittinggi, telah disampaikan secara resmi oleh PPP dalam acara silaturrahmi antara Pengurus DPD PAN dengan DPC PPP di Kantor DPD PAN Kota Bukittinggi, Jalan By Pass, Selasa (5/4).
Dalam pertemuan silaturahmi itu, hadir Ketua DPD PAN Bukittinggi Rahmi Brisma, Sekretaris Zain Ibnul Khalis, Bendahara Hendri Fatra, Anggota Fraksi PAN DPRD Bukittinggi Hj. Noni dan Nofrizal Usra. Juga hadir tokoh senior PAN yang juga Ketua Bappilu PAN, M Nur Idris, dan beberapa pengurus DPD PAN Bukittinggi lainnya.
Sementara itu, dari DPC PPP Bukittinggi tampak hadir Ketua DPC Dedi Fatria, didampingi jajaran pengurus DPC PPP Bukittinggi lainnya. Dalam pertemuan tersebut, PAN dan PPP mendiskusikan kerjasama dalam pelaksanaan tugas-tugas fraksi di lembaga DPRD Bukittinggi.
Ketua DPD PAN Bukittinggi, Rahmi Brisma menyebutkan, sesuai dengan tata tertib di DPRD Bukittinggi, partai politik pemenang Pileg yang tidak memenuhi syarat menjadi fraksi di DPRD boleh bergabung dengan fraksi lainnya. PAN di DPRD Bukittingi memeroleh tiga kursi dan bisa menjadi fraksi yang utuh. Sementara PPP mempunyai dua kursi yang sebelumnya bergabung dengan Fraksi Golkar.
Rahmi Brisma juga menyambut baik bergabungnya anggota DPRD Bukittinggi dari PPP ke dalam fraksi PAN. Menurutnya, PAN dan PPP adalah partai islam modernis yang sudah lama dalam sejarah reformasi bersatu dan bekerjasama.
“Jadi bergabungnya anggota DPRD dari PPP kepada Fraksi PAN sudah tepat, dan Insya Allah kami siap untuk bekerjasama melaksanakan tugas-tugas kedewanan ke depan,” ujar Rahmi Brisma.
Ketua DPC PPP Dedi Fatria mengatakan, memperhatikan keberadaan Fraksi PPP di DPRD Kota Bukittinggi yang hanya memiliki dua kursi dan bukan menjadi fraksi yang utuh, maka PPP mengajukan permintaan untuk bergabung dengan Fraksi PAN sampai berakhirnya Masa Jabatan DPRD Bukittinggi 2019- 2024.
“Bergabungnya Fraksi PPP kepada Fraksi PAN menjadi satu Fraksi karena PPP tidak dapat membentuk fraksi yang utuh karena mempunyai dua kursi. Sesuai aturan tata tertib DPRD Kota Bukittinggi, untuk menjadi fraksi yang utuh harus mempunyai tiga kursi. Jadi kami memutuskan untuk sisa masa jabatan ini bergabung dengan fraksi PAN. Terkait dengan nama fraksi kita serahkan kepada Fraksi PAN,” kata Dedi Fatria, tanpa menjelaskan alasan pisah dengan Fraksi Golkar.
Tokoh senior PAN Kota Bukittinggi, M. Nur Idris menyambut baik bergabungnya Fraksi PPP kepada Fraksi PAN untuk menjadi satu fraksi di DPRD Bukittinggi. Menurut Ketua Bapillu PAN Bukittinggi ini, bergabungnya Fraksi PPP dengan Fraksi PAN sebagai sinyal hubungan kebathinan politik secara nasional kedua Parpol Islam moderat ini yang dimulai dari Bukittinggi.
Karena itu kata Idris, kader PAN Bukitinggi sangat mendukung dan mengapresiasi kerja Fraksi PAN DPRD Bukittinggi yang bisa membawa Fraksi PPP untuk bergabung menjadi satu fraksi. Lebih jauh Idris mengatakan, ia berharap kerja sama dua fraksi ini berlanjut sampai membicarakan koalisi menuju Pilkada Bukittinggi 2024.
“PAN dan PPP itu seperti adik kakak. Jadi sudah pas untuk bergabung satu fraksi di DPRD Bukittinggi. Ibarat kata, bergabungnya Fraksi PPP kepada Fraksi PAN seperti jangguik pulang ka daguak. Jadi tak ada salahnya membicarakan kerja dan tugas pokok fraksi, juga memulai mendiskusikan suksesi Pilkada Bukittinggi 2024,” tutur M. Nur Idris. (red)













