Kab. Pasaman

Pasaman Kebut Pengentasan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

356
×

Pasaman Kebut Pengentasan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

Sebarkan artikel ini
Pasaman
Pemerintah Pasaman menggelar Rapat koordinasi dengan seluruh Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK). 

PASAMAN, ONTIME.ID– Pemerintah Pasaman terus berupaya dalam percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem serta penurunan angka stunting melalui Rapat koordinasi dengan seluruh Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK)

Wakil Bupati Pasaman Sabar AS dalam rakoe tersebut menyampaikan terkait penanggulangan kemiskinan sesuai Instruksi Presiden Joko Widodo, pemerintah daerah diminta untuk segera melaksanakan percepatan, penghapusan kemiskinan ekstrem. Salah satunya dengan menenetapkan daftar sasaran keluarga miskin ekstrem berdasar hasil musyawarah Desa/Kelurahan.

Kemudian kata Sabar, menyusun program kegiatan rencana kerja pemerintah daerah, mengalokasikan anggaran pada APBD dalam rangka percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem termasuk pemutakhiran data penerima dengan nama dan alamat

“Memfasilitasi penyediaan lahan perumahan bagi penerima manfaat dan menyampaikan laporan hasil pelaksanaan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem kepada Gubernur setiap tiga bulan sekali,” katanya Jumat (25/8).

Sabar menjelaskan, untuk pelaksanaan intervensi penurunan stunting menghadapi beberapa hambatan antara lain geografis daerah masih ada daerah sulit. Kemudian masih terdapat Puskesmas yang belum memiliki  tenaga gizi, serta alat antropometri sesuai standar.

“Perilaku masyarakat khususnya ibu dalam praktik pemberian makan pada bayi dan anak belum sebagaimana mestinya. Terhadap semua itu Pemerintah Daerah akan berupaya mencari solusi pemecahan hambatan tersebut,” katanya.

Kemudian dijabarkan Sabar AS mengenai Indeks pembangunan manusia IPM Tahun 2022 Kabupaten Pasaman berada di angka 67,41 peringkat 18 dari 19 Kab/Kota di Sumatera Barat.

“Berbagai upaya dan program di sektor pendidikan kesehatan dan ekonomi berdasarkan RPJMD 2021-2026 angka IPM ini bisa kita tingkatkan Tingkat Kemiskinan Pasaman sampai dengan tahun 2022 berada di angka 6,85 persen pada posisi 14 dari 19 Kab/Kota di Sumbar, Intervensi yang kita lakukan mengurangi beban penduduk miskin melalui pendidikan gratis, pelayanan kesehatan gratis (UHC),” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Sabar menambahkan untuk tingkat Pengangguran berada di angka 5,38 persen peringkat 13 dari Kab/Kota di Sumbar. Pihaknya berupaya untuk penggunaannya melalui penempatan tenaga kerja dan peningkatan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan tenaga kerja.Kemudian, Sabar melanjutkan untuk pertumbuhan ekonomi sempat terpuruk di angka 0,87 persen di masa pandemi Covid-19  dan telah kembali ke  angka 4,09 di 2022.

“Melalui kebersamaan dan kerja keras kita semua Insya Allah segala permasalahan kemiskinan dan stunting di Kabupaten Pasaman secara bertahap akan bisa dituntaskan sesuai target diharapkan demi terwujudnya masyarakat Pasaman kedepan yang lebih baik dan bermartabat,” tutupnya. (agus)