PARIAMAN, ONTIME.ID – Pemerintah Kota Pariaman kembali mengucurkan anggaran untuk melanjutkan pembangunan masjid terapung Kota Pariaman sebesar Rp30 miliar pada APBD tahun 2023 mendatang.
“Pada APBD tahun depan masjid terapung kambali dilanjutkan pembangunannya. Mulai dari lantai, dinding dan atap sehingga dapat difungsikan untuk salat,” kata Wali Kota Pariaman Genius Umar di Pariaman, Selasa (22/11).
Masjid terapung itu sudah dimulai proses pembangunannya semenjak beberapa tahun belakang. Merupakan program pemerintahan sebelumnya dan masuk ke dalam salah satu program unggulan wako dan wawako.
“Untuk itu pada tahun terakhir masa jabatan kami ini masjid ini dilanjutkan sampai bisa dipergunakan untuk tempat ibadah,” kata Genius.
Saat ini realisasi pembangunan masjid yang terdapat di antara objek wisata Talao Pauh dengan Pantai Gandoriah tersebut masih berupa tiang pancang.
Genius juga menyampaikan kalau melanjutkan pembangunan masjid tersebut merupakan prinsip pemerintahan yang berkelanjutan sehingga antara pihaknya dengan DPRD sepakat untuk melanjutkan pembangunan yang akan menjadi salah satu ikon wisata di kota itu.
“Masjid ini akan menjadi ikon wisata di Pariaman dan diyakini juga akan menambah daya tarik wisatawan untuk datang ke Pariaman,” katanya.
Selain itu hal tersebut juga merupakan upaya pemerintah setempat agar Pariaman memiliki rumah ibadah yang representatif untuk mendukung wisata religi sehingga semakin memancing kunjungan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara.
Diketahui, sampai saat ini dana yang dikucurkan untuk pembangunan masjid terapung tersebut sekitar Rp36 miliar, mulai Rp21 miliar dianggarkan pada 2018 dan Rp15 miliar dianggarkan 2019 sedangkan dana yang dibutuhkan berdasarkan penghitungan awal lebih dari Rp100 miliar.
Pihaknya berharap adanya kelanjutan pembangunan masjid terapung tersebut pada 2023 maka diharapkan tahun berikutnya dapat dilakukan penyelesaian untuk mempercantiknya sesuai dengan desain yang dibuat. (*/red).













