Kab. Limapuluh Kota

Pemilihan Walinagari Berjalan Sukses, Bupati: “Ini Kemenangan Warga Limapuluh Kota”

1825
×

Pemilihan Walinagari Berjalan Sukses, Bupati: “Ini Kemenangan Warga Limapuluh Kota”

Sebarkan artikel ini
pemilihan
Bupati Safaruddin dan istri melakukan pencoblosan di Nagari Baruah Gunuang

Tentang latar belakang pendidikan dan profesi para calon wali nagari juga beragam, terdapat perimbangan antara jumlah tamatan SLTA/ sederajat dengan S1, S2, dengan jumlah 140 orang  dan 114 orang. Jabatan wali nagari selain diminati oleh swasta, wiraswasta, profesional, pensiunan juga diminati calon wali nagari berlatar belakang PNS sebanyak 18 orang dan TNI/Polri 2.

 

21 Petahana Wali Nagari Tumbang, Tak Terpilih Lagi

Pemilihan serentak wali nagari se Kabupaten Lima Puluh Kota yang digelar pada Rabu (25/5) kemarin, sukses digelar. Kamis (26/5) ini, dilakukan penghitungan suara masing-masing kantor wali nagari. Ada 70 nagari yang memilih. Dari 70 itu, 44 diantaranya merupakan calon wali nagari petahana atau incumbent yang maju lagi untuk periode kedua. Tetapi, tidak semuanya berhasil lolos dipilih oleh masyarakat.

 

Berdasarkan data sementara yang diterima dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari, hanya separuh wali nagari incumbent yang berhasil terpilih. Sisanya, gagal dipilih oleh masyarakat. Dari 44 itu, hanya 23 calon wali nagari yang terpilih, 21 lainnya tumbang atau kalah suara dari calon lain.

 

21 petahana wali nagari  yang gagal terpilih untuk periode kedua itu, yakni  3 orang di Kecamatan Lareh Sago Halaban. Seperti Wali Nagari Balai Panjang  Efianto  yang terpilih adalah Idris dengan 867 suara. Wali Nagari Halaban Ekarinaldi yang terpilih adalah M Fahrurazi dengan 1198 suara. Wali Nagari Tanjung Gadang Rislon yang terpilih Zamhar dengan 1133 suara.

 

Di Kecamatan Payakumbuh 2 wali nagari yang gagal terpilih lagi. Yakni Wali Nagari Piobang Syaffan Nur yang terpilih adalah Darmisata dengan 885 suara dan Wali Nagari Simalanggang Ahmad yang terpilih adalah Yondrivel dengan 682 suara. Kemudian, di Kecamatan Harau 1 wali nagari yang gagal terpilih lagi yakni Wali Nagari Gurun M Ger yang terpilih Taslim Pratama Perwira dengan 496 suara.

 

Selanjutnya, di Kecamatan Akabiluru 3 incumbent yang tumbang. Yakni Wali Nagari Sungai Balantiak Yelpi Arisdi Dt Tuduang yang terpilih Dedi Henidal dengan 281 suara. Wali Nagari Sariak Laweh Melda Putra yang terpilih Alex Achmadi dengan 1.120 suara. Wali Nagari Batu Hampa Romi Suhardi yang terpilih Asra Arafat dengan 799 suara.

 

Di Kecamatan Gunuang Omeh 1 wali nagari yang gagal terpilih lagi yaitu Wali Nagari Talang Anau Rahman yang terpilih Nusda Anandes dengan 510 suara. Kecamatan Bukit Barisan 2 wali nagari yang gagal melanjutkan ke periode kedua. Yakni Wali Nagari Koto Tangah Zamri yang terpilih Yulizar dengan perolehan 542 suara dan Wali Nagari Banja Loweh Sasri Rais yang terpilih Yonefri dengan perolehan 814 suara.

 

Selanjutnya, di Kecamatan Suliki, 3 wali nagari petahana tumbang.  Yakni Wali Nagari Limbanang Ardi yang terpilih Yori Noviola dengan perolehan 993 suara. Wali Nagari Kurai Ariusni yang terpilih  Beni Eka Putera dengan perolehan 446 suara. Dan Wali Nagari Suliki Joni Andria Wardi yang terpilih Adri Yanto dengan perolehan 805 suara.

 

Di Kecamatan Kapur IX, 3 wali nagari gagal untuk periode keduanya. Diantaranya Wali Nagari Sialang Zasmurdi Khatib yang terpilih Rais dengan perolehan 1896 suara. Wali Nagari Koto Bangun Yusarlis yang terpilih Zarul Kasmi dengan perolehan 1451 suara dan Wali Nagari Lubuak Alai Asril Datuak Rajo Lelo yang terpilih Jhon Hendra dengan perolehan 932 suara.