“Di lokasi yang telah terpetakan sebagai kawasan rawan, selain mengaktifkan sistem deteksi dini melalui kerja sama dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat, patroli dan pengawasan juga dilakukan setiap harinya. Terutama dalam mengawasi dan memeriksa kendaraan-kendaaran yang dicurigai membawa narkoba,” ucapnya.
Satake juga mengatakan, saat ini penyalahgunaan narkoba di Sumbar tidak hanya menyasar kalangan pemuda dan pelajar semata, namun juga telah merambah kepada para aparat penegak hukum. Sehingga kini narkoba tidak memiliki target spesifik lagi.
“Contohnya, pengungkapan kasus keterlibatan seorang perwira polisi aktif yang tertangkap bersama pengedar sabu di Kota Padang beberapa waktu lalu. Itu kan indikasi yang mengkhawatirkan, sehingga sudah saatnya kita meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran narkoba. Terutama di lingkungan tempat tinggal masing-masing,” katanya. (*/red)













