PADANG, PADANG, ONTIME.ID- Ketua DPRD Sumbar, Supardi meminta peringatan Hari Jadi Sumatera Barat ke-78 yang jatuh besok (Minggu/1/10), agar dijadikan sebagai momentum untuk evaluasi oleh seluruh stakeholder terkait di daerah. Apakah perkembangan Sumatera Barat hari ini sudah berjalan sesuai yang diharapkan atau belum.
“Sesuai Perda yang kita sahkan, ini mau keempat kalinya kita memperingati Hari Jadi Sumatera Barat. Hendaknya ada momen-momen penting yang kita implementasi dalam hidup bernegara. Artinya tidak hanya sekedar seremonial saja yang kita lakukan dalam rangka peringatan hari jadi Sumatera Barat ini, seperti menggelar paripurna, memberikan sambutan ini, itu, dan yang lainnya,” ujar Supardi saat diwawancarai, Rabu (27/9.
Sejalan dengan momentum peringatan Hari Jadi Sumatera Barat, Supardi mengajak semua stakeholder mengevaluasi kembali kebijakan-kebijakan yang sudah dijalankan, apakah sudah sesuai dengan amanat Undang-undang atau belum. Baik itu tentang penanganan permasalahan kemiskinan, soal pendidikan, pemerataan pembangunan, dan yang lainnya.
“Harus sampai ke sana kita memaknainya, kita Sumatera Barat sudah sampai mana. Dari sekian banyak provinsi di Indonesia, Sumatera Barat berada dimana?”katanya.
Ia menuturkan, republik ini hampir 70 persennya didirikan oleh orang minang. Dengan kata lain Sumbangsih orang minang dalam pendirian republik ini begitu luar biasa. Ia berharap sukses orang minang di masa lalu dengan tokoh-tokoh yang begitu dikenal di tingkat nasional dan bahkan dunia tersebut, hendaknya juga bisa tergambar pada saat sekarang. Jika tidak mungkin melebihi, sukses Sumatera Barat hari ini minimal bisa sama dengan masa ketika tokoh-tokoh terdahulu itu ada.
“Artinya, kita tidak ingin Sumatera Barat menjadi provinsi terbelakang, kalau bisa Sumbar hendaknya sebagai lokomotif dari provinsi-provinsi yang lain. Meski dari jumlah penduduk maupun luas wilayah kita masih kalah dengan Jawa, tapi secara kualitas manusianya, pembangunan, kita harus di atas provinsi lain, karena itu yang dicontohkan para pendahulu kita,” katanya.
Berangkat dari hal tadi, jelas dia, tentunya sangat penting bagi semua stakeholder untuk menjadikan momentum Peringatan Hari Jadi Sumatera Barat sebagai momen evaluasi atas kebijakan-kebijakan yang telah dilaksanakan.
Bicara potensi, Sumatera Barat dinilai memiliki banyak keterbatasan baik dari sisi sumber daya alam, industri, maupun dari sisi pariwisata yang masih banyak jauh ketinggalan. Sebab itu, untuk bisa maju Sumbar harus bisa menonjolkan apa yang tak dimiliki daerah lain, sebagai contohnya adalah otak. Sumbar harus bisa menjadi daerah industri otak yang mampu melahirkan orang-orang cerdas seperti yang pernah ada sebelumnya.
“Sumatera Barat harus bisa memproduksi orang-orang cerdas, bukan pintar ya, karena menurut saya cerdas dengan pintar itu berbeda. Perguruan tinggi, tiap tahun mampu melahirkan orang pintar, tapi cerdas tidak,” katanya.
Dikatakannya, tokoh-tokoh nasional asal minang pada masa dahulu yang dikenal dengan kecerdasannya seperti Agus Salim, Mohammad Hatta, M. Natsir dan Tan Malaka dan beberapa yang lainnya. Para tokoh yang ada tersebut sejatinya banyak juga yang tak sekolah, atau tidak memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi. Tapi nama mereka besar, disegani, kecerdasan mereka diakui dunia, dan dikenang hingga saat ini.
Seperti Tan Malaka, ia tidak tamat sarjana, tapi bisa jadi dosen di berbagai universitas di dunia, yakninya di Belanda dan di Rusia. Ia jugalah orang pertama yang mampu menjadi anggota parlemen belanda saat Indonesia masih dijajah. Supardi menegaskan, SDM dengan kecerdasan seperti itu lah yang mestinya bisa dilahirkan Sumatera Barat pada hari ini.
“Itu lah sumber daya yang harus kita kelola yang tidak dimiliki daerah lain. Karena untuk membangkitkan kembali Sumatera Barat kita butuh pemimpin-pemimpin yang cerdas, tidak hanya pemimpin yang pintar,” tukasnya.
Menyinggung Hari Jadi Sumatera Barat yang diperingati pada 1 Oktober besok, dikatakan Supardi, DPRD Sumbar akan menggelar rapat paripurna istimewa. Sejumlah pihak juga telah diundang untuk hadir, diantaranya forkompimda, anggota DPRD, tokoh masyarakat, bupati dan wali kota, mantan gubernur, guru-guru SMA/SMK, LSM, ormas dan beberapa pihak lainnya. (vand)













