Khusus untuk jalan, sangat diharapkan agar Gubernur mampu menjalin koordinasi yang harmonis dengan Balai Jalan. Betapa banyak jalan negara yang kurang terawat. Terutama setelah dibuatkan jalur alternatif nya seperti di Cupak dan lainnya.
“Banyak orang di Kementerian PU yang asal Sumatera Barat. Menterinya juga sumando kita. Kenapa tidak dimanfaatkan? Kenapa di zaman Pak Hediyanto, Dodi bisa, sekarang tidak,” ujarnya.
Kepala BPPD Sumbar, Dr Sari Lenggogeni menyatakan Pariwisata Sumatera Barat berada di rangking 11 selama pandemi. Di akhir 2021 saat ada pergerakan kasus Covid-19 menurun pasti membuat animo perantau Minang pulang kampung semakin besar.
“Diperkirakan 1,8 juta pemudik akan datang ke Sumbar dan 54,4 persen lewat jalan darat. Perantau inilah yang perlu dibuat nyaman agar memberikan kesan baik terhadap pariwisata Sumbar,” ujarnya.
Diingatkan oleh Sari Lenggogeni bahwa perantau Minang ini unik marketnya dan ekspektasi mereka sangat tinggi. Jika mereka kecewa, mereka dengan mudahnya menyuarakan di media sosial.
Diceritakan Sari Lenggogeni, untuk memberikan kenyamanan berlebaran pernah dilaksanakan pada 2018 pernah dibuat atraksi lebaran aman dan pada 2019 dibuat atraksi lebaran nyaman. Hanya saja setalah Covid-19 kegiatan ini terhenti.
Untuk itu, kata Lenggogeni, pada tahun ini mengupayakan kebersihan, keamanan dan kenyamanan pengunjung di daerah wisata. Dan kebetulan sudah mendapatkan penghargaan desa wisata terbanyak di Anugerah Desa Wisata Indonesia.
Paket-paket telah banyak yang disiapkan oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di berbagai desa wisata yang ada. “Pokdarwis ini diberi kesempatan seluas-luasnya untuk melayani perantau yang akan menikmati lebaran di Sumatera Barat. Perantau Minang, buanglah uangnya ke UKM-UKM di Sumbar, ya,” imbaunya. (h/rel)













