PADANG, ONTIME.ID- Dalam upaya mempertahankan Gedung Wakaf Yayasan Bakti Nusantara Isafat (YBNI) di Jalan Gajah Mada Nomor 10 Padang.
Puluhan siswa beserta majelis guru YBNI melakukan zikir bersama di halaman gedung berlantai dua tersebut, Senin (14/11).
Pembina Yayasan Bakti Nusantara Isafat Zulmasri menyebutkan zikir dan doa bersama merupakan jihad mempertahankan gedung wakaf tersebut dari gugatan istri dan keluarga Alm. Irfianda Abidin.
Diketahui Alm. Irfianda mewakafkan sebidang tanah serta bangunan berlantai dua diatasnya dengan luas lebih kurang 206 meter untuk kepentingan pembinaan dan pendidikan anak-anak dhuafa (fakir miskin, anak yatim, anak terlantar, dan anak jalanan).
Wakaf tersebut tertuang dalam surat wakaf yang ditandatangani langsung oleh Irfianda Abidin pada 8 Februari 2005 kepada Ketua Umum Yayasan Bakti Nusantara Isafat, Drs. Ibrahim.
“Zikir dan doa bersama kita ini merupakan perjuangan kita dalam rangka pemberdayaan pendidikan di YBNI yang sudah dimulai sejak 1997. Kemudian tahun 2004, dengan kemurahan hati Irfianda Abidin diwakafkanlah gedung ini untuk kebermanfaatan kita semua,” katanya di hadapan puluhan siswa ditengah guyuran hujan.
Namun, gedung tersebut digugat oleh ahli waris irfianda Abidin. Harta yang sudah diwakafkan seharusnya tidak boleh lagi digugat, ditambah gedung tersebut hanya diperuntukkan pemberdayaan pendidikan bagi anak yatim, dan fakir miskin.
“Semoga melalui zikir ini, Allah mendengar kita. Ini merupakan bentuk jihad kita, uuntuk mempertahankan gedung wakaf. Gedung ini bisa saja pemanfaatannya untuk generasi seterusnya, kalau digugat atau diambil kembali maka terputus amal yang mewakafkan,” tuturnya.
Kepala Sekolah SMK Dhuafa, Esneti mengharapkan dengan doa dan zikir bersama keluarga ahli waris dapat terketuk pintu hatinya untuk tidak menggugat gedung wakaf itu.
Disampaikannya, hingga saat ini sebanyak 465 siswa SMK Dhuafa masih menggunakan gedung itu sebagai laboraturium agama. Tidak hanya itu, kendati pembelajaran sebagian besar dilakukan di Gedung Jalan Thamrin Alang Laweh, ada sejumlah siswa pesantren yang menggunakan gedung itu sebagai tempat tinggal.
“Kita sangat mengharapkan keluarga ahli waris terbuka hatinya melihat anak-anak yatim, dan fakir miskin dan menikmati manfaat gedung ini dalam pendidikan. Gedung ini sudah diwakafkan, zikir dan doa kita laksanakan agar dimudahkan proses gugatan di pengadilan bagi kita,” ujarnya. (*/red)













