Bandara Rokot juga dilengkapi apron berukuran 175×75 m dan taxiway 75×15 m yang mampu menampung tiga pesawat sejenis ATR 72 500/600; dan terminal penumpang berukuran 1600 m² yang mampu menampung penumpang sebanyak 53.881 pax per tahun.
Selain dapat meningkatkan konektivitas antar wilayah di sekitar Kepulauan Mentawai, kehadiran sarana dan prasarana transportasi diharapkan dapat meningkatkan sektor pariwisata di kepulauan yang terkenal dengan ombak yang diburu para penggemar olahraga surfing di dunia ini.
“Ditambah dengan pengembangan pelabuhan laut yang terletak di Kepulauan Mentawai. Di antaranya, Pelabuhan Labuan Bajau, Pelabuhan Penyeberangan Sikabaluan, dan Pelabuhan Penyeberangan Pagai Selatan,” ucapnya.
Langkah pemerintah pusat lainnya menyalurkan dana bantuan stimulan perumahan swadaya bagi masyarakat Mentawai. Diiringi dengan pembangunan jaringan saluran air bersih baku di Sipora. Sedangkan beberapa fokus kebijakan Pemprov Sumbar yang dilakukan dan sedang berjalan di Mentawai adalah pembenahan di sektor pendidikan, ekonomi kerakyatan, infrastruktur transportasi darat, dan sektor pariwisata.
“Pada sektor pendidikan, Pemprov tengah berupaya membangun sarana, prasarana, dan utilitas sekolah di Mentawai. Kemudian, memberikan tunjangan khusus bagi guru dan tenaga pendidikan yang ada di sana,” kata Medi.
Dengan pembenahan pada sektor pendidikan ini diharapkan terjadinya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan berimbas terhadap pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) atau ekonomi kerakyatan di Mentawai.
Langkah lainnya, yang juga dilakukan pada sektor ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat tempatan sekitar hutan dengan program perhutanan sosial, dan melalui pengembangan kawasan perikanan tangkap dengan komoditas utama ikan kerapu, budidaya rumput laut, dan kerang mutiara.
“Kami juga mencoba memaksimalkan potensi pariwisata yang ada di Mentawai. Salah satunya dengan mengupayakan terciptanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mentawai, serta mewujudkan destinasi pariwisata yang mencakup wilayah, yakni Sipora, Siberut, Pagai Utara, dan Pagai Selatan dengan tema utama sebagai kawasan pengembangan destinasi selancar dan ombak (white sand tourism),” tuturnya.
Pengembangan dan pembenahan di sektor pariwisata ini diharapkan berdampak terhadap jumlah kedatangan wisatawan ke Mentawai yang nantinya juga akan berimbas terhadap pertumbuhan UMKM di Bumi Sikerei.
“Di samping itu, Pemprov Sumbar juga melakukan peningkatan kualitas layanan publik di Mentawai melalui pembangunan kantor Samsat, serta meningkatkan jalan dan jembatan dari Simpang SP II-Kantor Camat dan jalan Kantor Camat Berkat, sebagai jalan penghubung daerah terluar di Kepulauan Mentawai,” ujarnya.
Pemprov Sumbar juga sedang dalam proses pengadaan kapal untuk mengoptimalkan transportasi laut. Pengadaan kapal tersebut dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar. Pemprov Sumbar tidak akan membiarkan Kabupaten Kepulauan Mentawai sendirian berjuang dari status 3T. Sebab, Pemprov Sumbar dan pemerintah pusat juga tengah berproses untuk mendukung hal itu. (*/red)













