Politik

Rahmat Saleh : Pilih Pemimpin Jangan Terpukau dengan Subjek

677
×

Rahmat Saleh : Pilih Pemimpin Jangan Terpukau dengan Subjek

Sebarkan artikel ini
Rahmat
Sekretaris DPW PKS Sumbar, Rahmat Saleh

PADANG, ONTIME.ID – Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Barat (Sumbar) Rahmat Saleh menekankan pentingnya memilih pemimpin berdasarkan gagasan dan ide. ia menyebut memilih pemimpin bukan hanya sosoknya dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024 mendatang.

 

“Kita tidak lagi berbicara orang, tapi sistemnya. Jangan dilihat lagi subjeknya atau orangnya, melainkan objeknya, bagaimana ide, gagasan dan manajemennya,” ujar Rahmat dalam Diskusi Publik ‘Status Quo atau Perubahan’ yang digelar oleh Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumbar di V-Coffee Padang, Kamis (2/5) kemarin.

 

Menurutnya, perubahan adalah kunci kemajuan suatu daerah. Keberhasilan pembangunan suatu daerah itu pastinya dari perubahan. Perubahan itu ada setiap waktu, kalau tidak ada perubahan, maka tidak ada peningkatan dalam kepemimpinan.

 

Rahmat mengakui bahwa kepemimpinan Mahyeldi-Audy telah menunjukkan beberapa peningkatan dalam berbagai sektor. “Kita harus jujur bahwa sejak dilantik, Mahyeldi-Audy sudah mendapatkan beberapa pencapaian, semisal kemarin, kita Indeks Pembangunan Manusia atau IPM nomor rangking 6 nasional. Kemudian pertumbuhan ekonomi kita juga baik,” katanya.

 

Namun, ia juga memahami bahwa masih ada kekurangan dalam kepemimpinan Mahyeldi-Audy. “Mungkin ada beberapa sektor yang masih kurang maksimal, tapi itu punya faktor tersendiri. Tapi, jangan tidak dinilai keberhasilannya,” katanya lagi.

 

Salah satu kelebihan kepemimpinan Mahyeldi-Audy, kata Rahmat, keharmonisan antara gubernur dan wakil gubernurnya. “Harmonisasi hubungan antara Gubernur dan Wagub itu menjadi faktor untuk keberhasilan, untuk membangun tim, mustahil bisa membangun networking kalau keakuran kepala daerah tidak bagus,” kata Rahmat.

 

Ia berharap masyarakat dapat memilih pemimpin berdasarkan rekam jejak, ide, dan gagasannya, bukan hanya sosoknya. “Kita berharap masyarakat memilih pemimpin berdasarkan rekam jejak. Bagaimana ide dan gagasannya, sekali lagi, objeknya, bukan lagi tentang subjek,” ucapnya. (vand)