PADANG, ONTIME.ID — Sumatra Barat memiliki puluhan, bahkan ratusan, ragam kebudayaan yang tersebar di berbagai daerah. Sayangnya, tak sedikit dari kebudayaan-kebudayaan tersebut yang terancam punah.
Berangkat dari hal tersebut, Dinas Kebudayaan (Disbud) Sumbar saat ini melakukan inventarisasi kebudayaan, dengan harapan menyelamatkan kebudayaan yang ada di Sumbar dari kepunahan.
Hal ini disampaikan Kepala Disbud Sumbar, Syaifullah, saat dikunjungi ONTIME.ID di kantornya, beberapa waktu lalu. Pada kesempatan itu, ia juga menyebabkan, kepunahan budaya adalah ancaman yang nyata. Penyebab paling utama lantaran banyak kebudayaan yang tidak lagi dipraktikkan dan tidak diteruskan ke generasi berikutnya.
“Misalnya saja, ada kesenian yang berasal dari salah satu daerah di Sumbar dan hanya ada di daerah tersebut. Kesenian tersebut masih dipraktikkan, tapi hanya oleh tuo-tuo seni namun tidak oleh generasi muda. Nah, begitu tuo-tuo seni ini tidak ada lagi, maka kesenian tersebut dengan sendirinya juga ikut mati,” ujar Syaifullah.
Melalui inventarisasi, Disbud Sumbar berupaya menyusun database kebudayaan, yang berisi seluruh kebudayaan di Sumbar beserta segala informasi yang terkait dengannya. Sehingga, begitu kebudayaan tersebut tak lagi dipraktikkan, esensinya masih tetap tersimpan dalam database kebudayaan. Hal ini mencegah suatu kebudayaan dari kepunahan total.
“Selain melakukan inventarisasi, kami juga mendaftarkan kebudayaan-kebudayaan Sumbar ke Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek, baik sebagai warisan budaya benda maupun tak benda. Tujuannya bukan hanya agar keberadaannya diakui, tetapi juga untuk mencegah dari kepunahan,” tuturnya.
Syaifullah menjelaskan, suatu kebudayaan akan tetap eksis jika masih terus dipraktikkan. Itulah esensi dari kebudayaan. Oleh sebab itu, agar suatu kebudayaan terus dipraktikkan, Disbud Sumbar giat menggelar berbagai iven dan lomba-lomba.
“Contohnya, seperti lomba membuat ampiang dadiah yang kami gelar beberapa waktu lalu. Dengan dilombakan, orang akan punya alasan untuk terus mempraktikkan kebudayaan tersebut. Semakin banyak yang mempraktikkan, maka akan semakin terhindar suatu kebudayaan dari kepunahan,” katanya menutup. (*/red)











