Ketiga, memanfaatkan Iptek dan digitalisasi potensi olahraga yang tangguh hingga dapat dikomersialkan. Keempat, membangun komunikasi potensi ranah dan rantau demi terpenuhinya kebutuhan moril dan materil untuk pembinaan yang tangguh. Kelima, menjalin kerja sama yang baik berbagai pemangku kebijakan, masyarakat dan lembaga pendidikan hingga perguruan tinggi, seperti UNP agar berbuah capaian yang tangguh.
Keenam, menyusun big data potensi terkait pembinaan prestasi yang dilakukan secara berjenjang dengan basis data yang tangguh. Ketujuh, memastikan pengelolaan organisasi olahraga yang bersih, transparan dan akuntable hingga KONI yang tangguh. (*red)













