PADANG, ONtime.ID – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang menertibkan sebanyak enam orang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di kawasan Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Selasa (23/7). Enam orang pelajar tersebut ditemukan keluyuran di tempat biliar menggunakan pakaian sekolah.
“Usai mendapat laporan dari masyarakat adanya pelajar yang bermain biliar. Kita langsung ke lokasi yang dilaporkan warga tersebut dan menertibkan enam orang pelajar laki-laki di lokasi,”ujar Pelaksana Harian (PLH) Kepala Satuan Pol PP, Kota Padang, Saraman, Selasa (23/7).
Saraman mengatakan, selain menertibkan enam orang pelajar yang berkeliarantersebut, pihaknya juga memberikan surat teguran kepada pemilik usaha biliar tersebut.
“Untuk pemilik usahanya kita berikan surat panggilan menghadap Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk dimintai keterangannya lebih lanjut, serta kita juga menertibkan dua stik biliar sebagai barang bukti,” ujarnya.
Saraman mengimbau kepada pemilik usaha biliar yang ada di Kota Padang untuk tidak membolehkan para pelajar bermain biliar di tempat usahanya untuk menjaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat di Kota Padang.
“Kami juga mengimbau kepada para orang tua agar lebih proaktif lagi melakukan pengawasan, jika sudah waktunya pulang sekolah pastikan bahwa anak sudah berada di rumah, jika lama di luar, pastikan di mana keberadaannya, jangan sampai lepas dari pengawasan, anak-anak kita nanti bisa menjadi korban dari kenakalan remaja, seperti tawuran dan lain sebagainya atau ia juga bisa sebagai pelaku nantinya yang akan berdampak pada dirinya dan masa depannya nanti,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi masyarakat yang telah ikut berpartisipasi dan berperan aktif dalam melakukan pengawasan terhadap pelajar yang keluyuran saat proses belajar mengajar berlangsung serta ikut dalam menjaga trantibum di lingkungan mereka masing-masing.
“Kita berterima kasih ke masyarakat yang ikut peduli dengan keadaan Kota Padang ini, dan sekolah kita juga berpesan untuk tetap memonitoring dan mengawasi anak-anak didiknya kalau pun ada kegiatan ekstrakurikuler dari sekolah, kita harap pihak sekolah agar dapat melakukan pengawasan lebih ketat,” ujarnya.
Ia berharap, penertiban yang dilakukan menjadi efek jera bagi para pelajar lain agar lebih disiplin dan menghargai waktu kesempatan belajar yang ada.
“Kami harap dengan penertiban ini tidak terulangi kesalahan yang sama. Kami akan terus melakukan pengawasan dan penertiban terutama yang dapat mengganggu ketertiban umum,” ujarnya. (vand)













