Internasional

Selat Hormuz Membara, Kapal Tanker Ditembak dan Tenggelam

216
×

Selat Hormuz Membara, Kapal Tanker Ditembak dan Tenggelam

Sebarkan artikel ini
Hormuz
Selat Hormuz Membara, Kapal Tanker Ditembak dan Tenggelam

IRAN, ONtime.ID — Situasi di Selat Hormuz kian mencekam. Sebuah kapal tanker minyak dilaporkan tenggelam setelah ditembak saat berupaya melintasi jalur strategis tersebut pada Minggu (1/3/2026). Insiden ini terjadi di tengah konflik terbuka antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang terus memanas.

Televisi pemerintah Iran menyiarkan pernyataan keras terkait insiden itu. “Nasib kapal tanker minyak yang dihantam saat mencoba melewati Selat Hormuz secara ilegal adalah, kapal itu sekarang tenggelam,” demikian pernyataan yang dikutip dari siaran resmi.

Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai identitas kapal maupun pihak yang melepaskan tembakan. Namun rekaman yang disiarkan memperlihatkan asap hitam pekat membubung dari badan kapal yang terbakar hebat. Api melahap dek, sementara kapal perlahan kehilangan stabilitas sebelum akhirnya karam.

[irp posts=”34360″ ]

Peristiwa ini terjadi hanya sehari setelah serangan gabungan militer AS dan Israel ke Teheran yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Eskalasi tersebut mengubah Selat Hormuz dari sekadar jalur perdagangan menjadi titik panas militer paling berbahaya saat ini.

Sebelumnya, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) telah memperingatkan bahwa jalur itu tidak lagi aman dan menyatakan penutupan Selat Hormuz bagi kapal-kapal menyusul serangan terhadap Iran. Jika langkah itu benar-benar diberlakukan penuh, dampaknya bukan hanya regional, tetapi global.

Selat Hormuz bukan perairan biasa. Jalur sempit selebar sekitar 33 kilometer pada titik tersempitnya ini menjadi nadi distribusi energi dunia. Setiap hari, sekitar 20 juta barel minyak mentah, kondensat, dan bahan bakar—berdasarkan data Vortexa—melintas di sana. Sekitar seperempat perdagangan minyak dunia via laut dan seperlima perdagangan gas alam cair global bergantung pada stabilitas jalur ini.

Data U.S. Energy Information Administration (EIA) menunjukkan sekitar 82 persen minyak dan bahan bakar yang melewati Selat Hormuz dikirim ke pasar Asia. Negara-negara produsen OPEC di Teluk Persia—seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak—mengandalkan jalur ini untuk menyalurkan ekspor mereka ke konsumen global. Qatar pun menggantungkan ekspor LNG-nya pada selat tersebut.

[irp posts=”34357″ ]

Dengan Iran menguasai garis pantai utara selat, Teheran memiliki posisi strategis untuk memengaruhi arus pelayaran. Dalam konteks perang terbuka dan saling serang yang terus berlangsung, setiap kapal yang mencoba melintas kini berada dalam risiko tinggi.

Penembakan dan tenggelamnya kapal tanker ini mengirimkan pesan keras: Selat Hormuz telah berubah menjadi arena konfrontasi langsung. Gangguan berkepanjangan di jalur ini hampir pasti mengguncang pasar energi internasional, memicu lonjakan harga minyak dan gas, serta memperdalam ketidakpastian ekonomi global.

Di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda mereda, dunia kini menatap Selat Hormuz dengan satu pertanyaan besar: apakah ini awal dari blokade total yang akan mengguncang fondasi sistem energi global? (*)

[irp posts=”34354″ ]

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID