LIMAPULUH KOTA, ONTIME.ID- Memanfaatkan agenda reses masa sidang ketiga Tahun 2022, Ketua DPRD Sumbar Supardi turun ke daerah pemilihannya (Dapil) di Payakumbuh dan Limapuluh Kota.
Reses ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menyerap berbagai aspirasi dari masyarakat konstituen.
Di Limapuluh Kota, pertemuan antara Ketua DPRD Sumbar dengan masyarakat dilaksanakan di beberapa titik. Diantaranya dilakukan dengan masyarakat Nagari Halaban dan Nagari Tanjung Gadang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, yang berlangsung, Sabtu (25/6).
Pada kesempatan itu Supardi memberikan motivasi pada masyarakat setempat dalam hal peningkatan perekonomian. Ia melihat Kecamatan Lareh Sago Halaban memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan, terutama dari sektor UKM, pertanian, dan peternakan.
“Contohnya tenun yang dikembangkan di Halaban, potensinya luar biasa. Pengembangan UKM ini akan terus kita dukung, apa lagi dalam hal usaha tenun songket, tentu ini harus dibackup pemerintah,” ujar Supardi.
Untuk mendukung peningkatan perekonomian masyarakat Halaban, sambung Supardi, sebelumnya pihaknya juga telah menyalurkan bantuan permodalan melalui program WRSE.
Ia menyebut, siap memperjuangkan dan membawa aspirasi dari masyarakat dalam berbagai pembahasan. Karena itu juga, dalam agenda reses tersebut dirinya didampingi oleh beberapa OPD terkait dari provinsi, yakninya dari Dinas Peternakan dan dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura.
Supardi menambahkan, hari itu dirinya sengaja membawa Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian Provinsi Sumbar, karena sesuai yang tertuang dalam RPJMD, fokus program unggulan (Progul) Gubernur Mahyeldi adalah berhubungan dengan sektor pertanian.
Sementara untuk di Halaban, kata dia, selain UKM seperti yang ia sampaikan tadi, kawasan itu mempunyai potensi luar biasa dalam sektor pertanian, dan ini tentu harus mendapat perhatian untuk dikembangkan.
Lebih lanjut Supardi menyampaikan, dalam mendukung pengembangan sektor pertanian ini, dirinya juga telah menganggarkan berbagai kegiatan.
“Kemarin kita baru saja menyerahkan Alsintan jenis cultivator di Kapur IX, Mungka, dan VII Koto,” katanya.
Kemudian, imbuh dia, untuk sektor peternakan diserahkan bantuan untuk kelompok-kelompok ternak, dalam bentuk sapi, kambing, ayam, dan itik. Masing-masing kelompok menerima 2.000 ekor.
“Dengan bantuan-bantuan tersebut, hendaknya perekonomian masyarakat bisa menggeliat. Untuk bantuan Alsintan, kita berharap setelah diberikan hendaknya alat-alat tersebut dijaga, agar bisa dimanfaatkan lebih lama. Sehingga pengadaan bantuan tersebut tidak sia-sia begitu saja diberikan,” tukasnya.
Dalam pertemuan dengan Ketua DPRD Sumbar ini, sejumlah aspirasi disampaikan masyarakat kelompok tani di Kecamatan Lareh Sago Halaban, diantaranya masyarakat berharap dibantu jalan usaha tani, bibit jagung, pelatihan membuat pupuk organik, dan beberapa yang lain.













