Politik

Supardi Sosialisasikan Perda Ketahanan Keluarga di Payakumbuh

488
×

Supardi Sosialisasikan Perda Ketahanan Keluarga di Payakumbuh

Sebarkan artikel ini
supardi
Ketua DPRD Sumbar, Supardi saat menyosialisasikan Perda Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga, di Payakumbuh. IST

PAYAKUMBUH, ONTIME.ID- Ketua DPRD Sumbar, Supardi menyosialisasikan Perda tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga, Senin (18/7) di Payakumbuh.

Saat kegiatan sosialisasi tersebut, Supardi mengatakan, Sumbar saat ini berada pada posisi yang tidak menyenangkan, hal ini karena tingginya tingkat kemiskinan.

“Pemerintah bertugas untuk mengurangi angka kemiskinan,” katanya.

Perda Ketahanan Keluarga, sebutnya, hadir untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera, serta memiliki kekuatan ekonomi.

“Salah satu tujuan Perda ini, yakni meningkatkan ketahanan keluarga. Sehingga masyarakat bisa melepaskan diri atau terhindar dari kemiskinan,” katanya.

Politisi Gerindra itu mengatakan, sebenarnya dalam diri masyarakat Sumbar sudah tertanam warisan yang bisa menguatkan ketahanan keluarga. Salah satunya berdagang.

“Berdagang atau berwirausaha telah menjadi darah daging yang diwariskan secara turun temurun. Ini merupakan modal untuk memperkuat ketahanan keluarga,” ulasnya.

Ia menuturkan, Perda Ketahanan Keluarga lahir atas gagasan Komisi V DPRD Sumbar, Bidang Kesejahteraan Sosial. Komisi V DPRD menilai keluarga merupakan dimensi penting yang tidak dapat dipisahkan dari dimensi lainnya dalam pembangunan suatu bangsa.

“Ketahanan keluarga juga sudah dijabarkan dalam Undang-undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, yakni merupakan  kondisi keluarga yang memiliki keuletan, ketangguhan dan kemampuan fisik-materil untuk hidup secara mandiri,” katanya.

Setiap keluarga di provinsi ini, sambungnya, penting untuk memiliki ketahanan yang baik. Sebab,  keluarga yang lemah akan mengakibatkan munculnya berbagai masalah sosial di tengah masyarakat, seperti kenakalan remaja, pergaulan bebas, miras, narkotika, kekerasan, perselingkuhan, dan berbagai macam persoalan lainnya.

Ditambah lagi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi akan membawa dampak terhadap renggangnya hubungan keluarga. Masyarakat cenderung hidup semakin individualis, materialis, dan hedonis.

Anak-anak relatif banyak mendapatkan pengaruh dari lingkungan pergaulan dibandingkan dari keluarganya. Orang tua cenderung tidak berdaya dalam menghadapi perilaku anak-anak mereka, dan anak-anak relatif lebih mendengar orang lain dibanding orang tuanya.

“Hal ini membuat ketahanan keluarga menjadi semakin penting untuk diupayakan secara terstruktur melalui peraturan daerah. Sehingga ada payung hukum yang jelas untuk menyusun berbagai program penyelenggaraan  pembangunan ketahanan keluarga di daerah,” ujarnya.