TANAH DATAR,ONTIME.ID – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak berdampak terhadap transaksi jual beli sapi qurban di Pasar Ternak Batusangkar.
Menurut pedagang, penjualan sapi menurun drastis dan kondisi pasar ternak juga sepi tidak seperti biasanya.
Seorang pedagang ternak Fahmi, Kamis (23/6) mengaku, sejak wabah PMK merebak, penjualan sapi menurun, meski harga ternak khusus untuk qurban normal.
“Penjualan ternak agak lesu sekarang, sapi ada, yang membeli tidak ada. Kalau harga masih standar ,tidak naik dan tidak turun,” ungkap Fahmi.
Ia menyebut, kondisi saat ini pembeli sapi lebih banyak membeli lansung ke kandang atau ke pemilik sapi.
“Para pembeli tidak mau ambil resiko, mereka ada yang membeli sapi untuk hewan qurban ke kandang langsung, dan nanti diambil pas hari pemotongan hewan (qurban),” tuturnya.
Pedagang lainnya, Fahmi, juga mengaku jika sejak wabah PMK merebak, penjualan sapi memang.
“Untuk harga sapi, masih berkisar Rp16 juta sampai Rp16,5 juta ,dan tergantung ukuran sapi yang diinginkan pembeli,” katanya.
Sementara itu, informasi dari petugas pasar ternak, aktifitas jual beli sapi memang tidak seramai dulu.













