“Sebenarnya secara esensi, keduanya sama saja. Toh tujuannya sama-sama untuk mengurai kemacetan dan mengurangi angka kecelakaan di Sitinjau Lauk. Nah, kalau ada yang lebih murah, kenapa harus yang lebih mahal. Kita ini mau membangun jalan atau monumen? Ini sebenarnya kan soal keinginan dan kebutuhan. Flyover itu kan megah, dan kita ingin itu. Tapi apakah kita butuh? Yang kita butuhkan sekrang kan jalan yang lancar dan minim kecelakaan,” tuturnya. (*/red)
Flyover Sitinjau Lauik Batal Dibangun













