Pendahuluan
Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah alat penting yang digunakan untuk menilai kualitas hidup dan kemajuan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Dikutip dari Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS) bahwa IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan dan pendidikan.
Kota Payakumbuh, yang terletak di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat adalah salah satu kota yang terus berusaha untuk meningkatkan IPM-nya melalui berbagai kebijakan dan program pembangunan. Artikel ini akan membahas mengenai komponen IPM di Payakumbuh dan pencapaian yang didapat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup penduduknya.
Komponen HDI
IPM mengukur tiga dimensi utama pembangunan kualitas penduduk, yaitu :
- Kesehatan. Diukur dengan harapan hidup saat lahir. Dimana, ini akan mencerminkan kualitas layanan kesehatan dan kondisi hidup disuatu daerah.
- Pendidikan. Diukur dengan rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah. Hal ini menggambarkan bagaimana akses dan pencapaian pendidikan daerah.
- Standar Hidup. Diukur dengan Pendapatan Nasional Bruto/ Gross National Income ( GNI) percapita yang mencerminkan kesejahteraan ekonomi penduduk.
HDI Payakumbuh
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Payakumbuh, IPM Payakumbuh menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Berikut adalah rincian dari masing-masing komponen:
- Harapan Hidup
Harapan hidup di Payakumbuh terus meningkat seiring dengan perbaikan layanan kesehatan. Menurut BPS, angka harapan hidup di Payakumbuh dari tahun 2022 ke tahun 2023 mengalami peningkatan sebesar 0,63%. Kemungkinan, ditahun ini juga akan mengalami peningkatan.
- Pendidikan
Sama halnya dengan tingkat harapan hidup, pendidikan di kota Payakumbuh juga mengalami tren peningkatan. Data BPS menunjukkan bahwa dari tahun 2022 ke tahun 2023, harapan lama sekolah meningkat sebesar 0,01% dan rata-rata lama sekolah meningkat sebesar 0,06%. Payakumbuh memiliki berbagai program untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan sehingga kualitas pendidikan menunjukkan peningkatan walaupun tidak terlalu signifikan.
- Pendapatan perkapita
Ekonomi Payakumbuh didorong oleh sektor perdagangan, pertanian dan industri kecil menengah. Upaya pemerintah kota dalam meningkatkan perekonomian lokal melalui berbagai program pelatihan dam pemberdayaan ekonomi masyarakat telah membantu meningkatkan pendapatan perkapita.
IPM Payakumbuh pada tahun terakhir mencapai nilai yang cukup tinggi dibandingkan dengan kota-kota lain di Sumatera Barat. Hal ini dibuktikan dengan penghargaan yang diperoleh oleh kota Payakumbuh pada tahun ini.
Menurut laporan yang diterbitkan oleh M. Farhan Faridho pada 18 April 2024, Kota Payakumbuh meraih penghargaan iBangga Award dengan nilai tertinggi dalam Indeks Pembangunan Keluarga se-Sumatera Barat. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas pelaksanaan program pembangunan keluarga yang baik, ditandai dengan ketentraman, kemandirian, dan kebahagiaan keluarga di wilayah tersebut(Faridho, 2024). Ini menunjukkan bahwa Payakumbuh berhasil dalam berbagai aspek pembangunan manusia, termasuk peningkatan layanan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan ekonomi.
Kesimpulan
Human Development Index (HDI) di Payakumbuh menunjukkan kemajuan dalam beberapa tahun terakhir. Melalui berbagai program dan kebijakan yang terfokus pada peningkatan kualitas hidup, kota Payakumbuh berhasil meningkatkan kesejahteraan penduduknya. Namun, tantangan tetap ada dan memerlukan perhatian serta upaya berkelanjutan dari semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat dan sektor swasta. Dengan terus bekerja sama dan berinovasi, Payakumbuh dapat terus meningkatkan IPM-nya dan mencapai pembangunan manusia yang lebih berkelanjutan. (Livia Monikasari)













