Opini

Ibadah Puasa Itu Menata Kesalehan Sosial 

349
×

Ibadah Puasa Itu Menata Kesalehan Sosial 

Sebarkan artikel ini
Indonesia
Leonardy Harmainy, Ketua Badan Kehormatan DPD RI

Leonardy Harmainy (Ketua BK DPD RI)

Perintah ibadah puasa terhadap orang-orang beriman (Q.S. 02: 183) menunjukkan keterpilihan personal. Jika belum beriman, tidak bisa mengikuti perintah tersebut sebab ibadah puasa membutuhkan kejujuran dan keikhlasan lebih dari sekadar menahan hawa nafsu semata.

Menjadi orang-orang terpilih untuk melaksanakan ibadah puasa merupakan kesempatan yang patut disyukuri bahkan dibanggakan, sebagaimana seringnya manusia suka bersaing antara satu dengang yang lain untuk menang. Mendapatkan kesempatan dari segi ruang, waktu, umur, kesehatan, ketika Ramadhan tiba adalah anugerah terindah bila dibandingkan kepada yang sudah dicabut kesempatan tersebut oleh Allah Swt.

Bulan suci Ramadhan semacam akademi pelatihan bagi pasukan khusus dan terpilih, hanya “Orang-Orang Beriman” tidak yang lain. Melalui sarana yang disiapkan, ibadah puasa di bulan Suci Ramadhan memberikan kesempatan emas bagi siapapun yang terpilih untuk melatih diri. Pelatihan yang tampak sederhana tetapi sangat berat, menahan seluruh bentuk hawa nafsu dan menganjurkan banyak ibadah wajib dan sunnah.

Setelah satu bulan penuh dalam pelatihan itu hasilnya diharapkan seseorang akan menjadi fitri. Terbentuknya insan yang suci dan mampu membaca makna-makna kehidupan lebih tajam dan bijak. Sebuah kemampuan baru untuk menata kehidupan menjadi lebih baik, sebagai khalifah di muka bumi.

Lalu seterusnya, menjalankan misi amar ma’ruf nahi munkar; menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran (Q.S. 03: 104). Mengoperasionalkan hadits; “barang siapa yang melihat kemungkaran hendaklah cegah dengan tangannya, bila tidak mampu hendaklah cegah dengan lisannya, bila tidak mampu juga hendaklah cegah dalam hati, itulah selemah-lemah iman (HR. Muslim)” (Kitab Arbain No. 34).

Menjadi orang-orang terpilih tentu ada pemisahan dengan yang tidak terpilih. Biasanya yang terpilih adalah orang-orang yang lebih sedikit. Lebih banyak yang tidak terpilih. Pada surat Al-Baqarah ayat 183 menerangkan orang-orang beriman untuk melaksanakan ibadah puasa, sebagai sarana pelatihan perbaikan diri, sedangkan pada surat Ali Imran ayat 104, manusia diminta memilih bukan dipilih.

Manusia sendiri yang memilih “agar ada segolongan dari kamu” namun hal itu tidak bisa dengan mudah bisa menjadi segolongan orang yang melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar kalau tak punya nyali. Nyali itu hanya didapat salah satunya di akademi pelatihan bulan suci Ramadhan.

Menjadi orang-orang yang mau menyerukan kebaikan di tengah umat mesti dimulai dari diri sendiri dulu. Diri sendiri itulah yang harus dilatih dalam bulan suci Ramadhan. Hidup yang ikhlas, jujur, melaksanakan seluruh perintah Allah Swt, dari yang wajib hingga yang sunnah. Menempa diri untuk menjadi lebih baik, tentu saja butuh daya juang, seperti seorang atlet yang ingin ikut tanding, dia harus belajar tanpa lelah sedikitpun agar bisa meraih medali kemenangan.

Ibadah puasa adalah ibadah personal namun memiliki imbas yang luar biasa hebat secara sosial. Pada ibadah puasa ada seni mengelola hati, dimana ada hawa nafsu yang harus ditundukkan. Imbas dari kebiasaan seni mengelola hati itu dapat membuat seseorang akan berpikir dan bertindak bijak dalam menghadapi kehidupan. Hal inilah yang akan membawa kesalehan sosial. Seseorang yang telah kokoh beriman, paripurna menata jiwa melalui ibadah puasa akan mempengaruhi kehidupan sosial di sekitarnya.

Bila jumlah orang-orang terpilih itu kian banyak, tentu saja akan mempengaruhi semakin banyak umat untuk berbuat baik. Ini menjadi gelombang kebaikan di tengah umat. Sebuah evolusi yang sangat dahsyat terjadi dalam kehidupan di dunia ini.

Begitulah, kesalehan personal yang terlatih dengan baik dan seksama akan membawa seseorang ke dalam kesalehan sosial. Inilah mutiara ibadah bulan suci Ramadhan yang harus kita serukan selalu, dengan harapan, selepas Ramadhan nanti kesalehan sosial kita menjadi lebih baik, berkualitas, serta membawa keselamatan bersama. (*)