LIMAPULUH KOTA, ONTIME.ID – Sebagai objek wisata unggulan Kabupaten Lima Puluh Kota, kebersihan Lembah Harau benar-benar menyedihkan.
Tumpukan sampah di dalam hutan lindung yang hanya berjarak 50 meter dari jalan utama membuat mata setiap pengunjung menjadi rusak.
Kondisi itu benar-benar menyedihkan. Tumpukan sampah itu tidak saja menggunung tapi mengeluarkan aroma tidak sedap yang tentu saja mengganggu setiap pengunjung. Minimnya ketersediaan tempat sampah di objek wisata unggulan Kabupaten Lima Puluh Kota itu membuat pengunjung dan pelaku usaha di Lembah Harau memilih untuk membuang sampah ke dalam hutan lindung.
Salah seorang pengunjung Lembah Harau dari Pekanbaru, Doni (33) mengaku terkejut begitu melihat sampah yang menggunung tersebut. Menurutnya, hal itu cukup mengganggu pengunjung.
“Baunya yang busuk ini sangat mengganggu. Kita sebagai pengunjung ingin berlibur ke sini, harapannya tentu dapat melihat pemandangan Lembah Harau yang terkenal. Kalau kotor seperti ini tentunya cukup mengecewakan,” katanya, Jumat (8/7) lalu.
Diakuinya, para pengunjung di Lembah Harau cukup kesulitan menemukan tempat sampah. “Karena itu, sebagian besar pengunjung akhirnya membuang sampah di sembarang tempat,” kata Doni.
Pengunjung lain asal Kecamatan Guguak, Putri (25) menyebut bahwa keindahan alam Lembah Harau harusnya dijaga oleh semua pihak, termasuk pengunjung dan pemerintah daerah setempat selaku pengelola.
“Kalau seperti ini kan kita kasihan. Kebersihannya sangat minim,” terang dia.
Sebagai warga Lima Puluh Kota, dia mengaku ingin melihat objek wisata unggulan di daerahnya itu dapat benar-benar bersih, sehingga apa yang sempat diagung-agungkan pemerintah, yaitu Harau Mendunia benar-benar dapat terwujud.
“Kalau kebersihannya saja tidak bisa kita jaga bagaimana memperkenalkan Lembah Harau ini ke dunia,” jelasnya.
Harapan seluruh warga Limapuluh Kota tentunya sama, mereka ingin melihat objek wisata unggulan mereka benar-benar mengkilap dan terjaga kebersihannya, sehingga dapat dipromosikan ke rekan-rekannya dari luar daerah.
Kepala Dinas Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Rakyat dan Pemukiman Kabupaten Limapuluh Kota, Yunire Yunirman mengakui bahwa permasalahan sampah di Lembah Harau masih jadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan.













