Opini

Membatik Sangat Menyenangkan Bagi Siswa di SD

779
×

Membatik Sangat Menyenangkan Bagi Siswa di SD

Sebarkan artikel ini
Membatik
Reni Asmara, S.Pd

Oleh : Reni Asmara, S.Pd

Batik merupakan kain bergambar dan proses pembuatannya secara khusus dengan menggambar atau menerapkan motif pada suatu kain yang polos atau masih kosong, kemudian melakukan proses khusus, sehingga kain tersebut memiliki ciri khas dibandingkan kain lainnya.

Kerajinan batik di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit. Arca Bhairawa adalah salah satu contoh dari gaya seni Arca Majapahit yang dibuat di daerah Sumatera pada sekitar abad ke 14.
Secara historis, batik berasal dari zaman nenek moyang dan dikenal sejak abad ke 17.

Pada saat itu, motif dari batik didominasi oleh bentuk binatang serta tanaman. Akan tetapi, kemudian motif batik pun berkembang dan beralih pada motif-motif yang menyerupai awan maupun relief candi. Berkembangnya kesenian batik meluas di Indonesia setelah akhir abad ke 18 atau sekitar awal ke 19.

Kemudian batik cap dikenal setelah Perang Dunia I berakhir atau pada tahun 1920.
Sejarah batik di Indonesia memiliki kaitan erat dengan perkembangan Kerajaan Majapahit serta penyebaran ajaran agama Islam di Pulau Jawa. menurut beberapa catatan, pengembangan dari batik banyak dilakukan pada zaman Kesultanan Mataram dan kemudian berlanjut pada zaman Kasunan Surakarta serta Kesultanan Yogyakarta.

Sementara itu keberadaan dari kegiatan batik tertua diketahui berasal dari Ponorogo dengan nama Wengker, sebelum abad ketujuh. Kerajaan di Jawa Tengah mulai belajar batik dari Ponorogo. Oleh sebab itulah, batik-batik Ponorogo memiliki corak yang agak mirip dengan batik yang beredar di Jawa Tengah, hanya saja batik Ponorogo merupakan batik yang dihasilkan dari lilin berwarna hitam pekat.

Selain itu, batik Ponorogo juga biasa disebut sebagai batik irengan dan dekat dengan unsur-unsur magis. Batik Ponorogo juga dikembangan oleh kerajaan-kerajaan di Jawa Tengah.

Eksistensi dari batik Ponorogo hingga abad ke 20 dan menjadi bagian surga bagi para pembatik, dikarenakan produksi batik di Ponorogo yang melampaui industri batik di Jawa Tengah ataupun Yogyakarta yang kemudian diambil oleh pengepul batik yang ada di Surakarta dan Pekalongan, selain itu, upah pembatik yang berada di Ponorogo pun tertinggi di Pulau Jawa.

Batik merupakan salah satu warisan nusantara yang unik. Keunikannya ditunjukkan dengan barbagai macam motif yang memiliki makna tersendiri. Berdasarkan etimologi dan terminologinya, batik merupakan rangkaian kata “mbat” dan “tik”. “Mbat” dalam bahasa Jawa dapat diartikan sebagai ngembat atau melempar berkali-kali, sedangkan “tik” berasal dari kata titik. Jadi, membatik artinya melempar titik berkali-kali pada kain.

Adapula yang mengatakan bahwa kata batik berasal dari kata “amba” yang berarti kain yang lebar dan kata “titik”. Artinya batik merupakan titik-titik yang digambar pada media kain yang lebar sedemikian sehingga menghasilkan pola-pola yang indah.

Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, batik memiliki arti kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu. Kerajinan Batik sudah lahir sejak zaman Majapahit dan sangat populer sampai saat ini. Tidak ada yang dapat memastikan kapan tepatnya batik tercipta. Namun, motif batik dapat terlihat pada artefak seperti pada candi dan patung.

Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia. Pada mulanya, kegiatan membatik hanya terbatas pada keraton saja dan batik yang dihasilkan hanya untuk pakaian raja dan keluarga pemerintah serta tokoh-tokoh pembesar. Batik yang masuk dalam kalangan istana diklaim sebagai milik dalam benteng, orang lain tidak boleh mempergunakannya.

Hal inilah yang menyebabkan kekuasaan raja serta pola tata laku masyarakat dipakai sebagai landasan penciptaan batik. Akhirnya, didapat konsepsi pengertian adanya batik klasik dan tradisional. Penentuan tingkatan klasik adalah hak prerogatif raja. Banyaknya pengikut raja yang tinggal di luar keraton, menjadikan keterampilan membuat batik meluas dan ditiru oleh masyarakat sekitar.

Bahkan membatik menjadi pekerjaan wanita untuk mengisi waktu luangnya. Akibatnya batik yang semula hanya dipakai oleh keluarga keraton, menjadi pakaian rakyat. Bahan-bahan pewarna yang digunakan untuk membatik terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia dan biasanya dibuat sendiri dari pohon mengkudu, nila maupun soga. Sementara itu, bahan sodanya dibuat dari soda abu dan garamnya terbuat dari tanah lumpur.

Pada awal keberadaannya, motif batik terbentuk dari simbol-simbol bermakna, yang bernuansa tradisional Jawa, Islami, Hinduisme, dan Budhisme. Dalam perkembangannya, batik diperkaya oleh nuansa budaya lain seperti Cina dan Eropa modern.

UNESCO mengukuhkan batik menjadi milik Indonesia sebagai warisan budaya pada tanggal 2 Oktober 2009. Sehingga tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik di Indonesia. Sejak pengukuhan ini, batik mulai berkembang pesat di seluruh Indonesia.

Maka berdasarkan uraian-uraian diatas, sebagai seorang tenaga pendidik pada UPT SDN 12 Paninjauan penulis juga menerapkan dan menanamkan rasa kecintaan murid-murid terhadap kerajinan tradisional bangsa Indonesia khususnya kerajinan batik yang merupakan warisan dari nenek moyang kita.

Dimana penulis memberikan tugas praktek membatik bagi murid-murid kelas 1 UPT SDN 12 Paninjauan, ternyata kesenian membatik ini sangatlah menyenangkan bagi mereka, dalam melakukan prakteknya siswa-siswa kelas 1 itu menggunakan bahan dari bunga dan dedaunan untuk menghasilkan batik yang sangat bangus dan terlihat jelas mereka sangat riang dan bangga pada dirinya yang tidak ternilai harganya itu yang di rasakan siswa siswa kami.

Para siswa tidak hanya sekadar diajak mempraktikkan membatik namun juga dikenalkan mengenai bahan-bahan batik seperti pewarna alam yang ramah lingkungan agar mereka bisa ikut peduli terhadap dampak pencemaran lingkungan. Selain itu murid-murid juga diajarkan teknik cara membatik diantaranya yaitu :

– Batik tulis adalah kain yang dihias dengan tekstur dan corak batik menggunakan tangan
– Batik cap adalah kain yang dihias dengan tekstur dan corak batik yang dibentuk dengan cap (biasanya terbuat dari tembaga)
– Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis kain putih.
Tenik tersebut dapat dipelajari para murid-murid sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya, seperti mereka dapat mempelajari batik lukis apabila ia memiliki bakat melukis atau yang lainnya. Pada dasarnya batik sebagai budaya bangsa harus diperkenalkan kepada generasi muda. Upaya untuk memperkenalkan dapat beraneka ragam salah satunya dengan memperkenalkan lewat pendidikan formal.

Para murid-murid tersebut diperkenalkan dengan budaya batik agar mereka lebih menghargai warisan leluhur bangsa kita. Kita tahu, dengan mempelajari batik kita tidak hanya memperoleh keterampilan saja namun dengan mempelajarinya akan banyak manfaat yang dapat kita petik.

Diantaranya yaitu dengan belajar membatik akan membentuk kepribadian murid menjadi lebih ulet dan tekun, karena membatik akan memerlukan ulet dan tekun agar menghasilkan karya seni batik yang indah, selain itu membuat batik juga melatih seseorang menjadi lebih sabar, hal ini sangat penting, sebab sikap ulet dan tekun tidak akan pernah terlaksana tanpa adanya kesabaran.

Dengan membatik juga melatih seseorang menjadi teliti dan inovatif, setiap pembatik harus memperhatikan detail corak yang akan dibuat. Kita tahu bahwa setiap batik yang dihasilkan memiliki corak atau motif, bagi sebagian orang mempercayai bahwa corak yang dihasilkan mengandung nilai-nilai tertentu yang di percayai mengandung harapan bagi pemakainya, filosofi ini dapat diajarkan kepada siswa tentang filosofi tersebut.

Membatik juga mampu menumbuhkan rasa cinta tanah tanah air, murid-murid akan lebih menghargai apa yang dihasilkan dari negeri ini dan mengunakan serta melestarikan sebagai bentuk kecintaanya terhadap bangsa ini.

Bagi seorang murid yang mampu membuat batik akan menumbuhkan sikap wirausahanya, ia akan menganggap bahwa dengan membatik akan membuat peluang usaha yang besar untuk dirinya dan orang sekitanya. Tentunya hal ini akan menjadi kebanggaan pelajar karna ia selain memperoleh keuntungan ia juga dapat mengajarkanya kepada generasi seterusnya.

Perkembangan batik di Indonesia cukup pesat. Tidak hanya secara produksi saja namun juga dengan perkembangan motifnya. Banyak motif-motif baru dan dengan warna-warna yang lebih menarik. (Reni Asmara,S.Pd)