Kab. Pasaman

Pada Seminar Nasional IKKP, Sabar AS Sampaikan Hilirisasi Produk Unggulan Daerah

1364
×

Pada Seminar Nasional IKKP, Sabar AS Sampaikan Hilirisasi Produk Unggulan Daerah

Sebarkan artikel ini
Sabar
Pada Seminar Nasional IKKP, Sabar AS Sampaikan Hilirisasi Produk Unggulan Daerah

PASAMAN, ONtime.ID – Jakarta, Beberapa kebijakan dan hilirisasi yang merupakan program prioritas yakni Pasaman memajukan ekonomi kerakyatan dan Pasaman tujuan wisata, hal itu disampaikan oleh Sabar AS Wakil Bupati Pasaman Sumatra Barat saat menjadi nara sumber dalam seminar nasional Ikatan Keluarga Pasaman di Jakarta, Sabtu (9/9).

Sabar AS dengan piawai menjelaskan arah kebijakan pembangunan kabupaten Pasaman dalam hilirisasi produk unggulan daerah. Dalam paparannya Sabar AS mengawali dengan menjelaskan gambaran umum daerah yang dipimpim Benny Utama – Sabar AS tersebut. Paparan umum ini meliputi visi misi, program prioritas dan arah kebijakan.

Sabar AS menyampaikan visi Pemkab Pasaman yakni “Terwujudnya Masyarakat Pasaman yang Lebih Baik dan Bermartabat” diuraikan kepada enam misi yakni Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia, Meningkatkan Kualitas Keimanan dan Ketaqwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa serta Meningkatkan Peran Lembaga Adat, Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih, Meningkatkan Kapasitas Infrastruktur, Mewujudkan Peningkatan Kualitas dan Kapasitas Layanan Dasar dan Mewujudkan Peningkatan Ekonomi Kerakyaatan Berbasis Keunggulan Lokal.

Untuk mencapai visi misi tersebut ditetapkan 10 program prioritas Pasaman Berimtaq dengan kegiatan gerakan seribu Hafiz (Gebu Tahfiz), Asma’ul husna untuk semua tingkat pendidikan formal sekolah/madrasah, Menjadikan Islamic Center sebagai pusat kegiatan keagamaan, Memakmurkan mesjid Peningkatan kapasitas Imam, Mubaliq, Guru TPQ/MDTA, Program prioritas kedua yakni Pasaman Berbudaya dengan aplikatifnya yakni Peningkatan peran LKAAM, KAN dan Bundo Kanduang, Peningkatan Kapasitas Pemangku Adat, Pengembangan kesenian anak nagari, Pelestarian peninggalan sejarah, cagar budaya, seni dan kebudayaan nagari. Pasaman Cerdas merupakan program prioritas ketiga dengan kegiatan pendidikan gratis 12 Tahun, Beasiswa berprestasi, Optimalisasi penyelenggaraan pendidikan kesetaraan.

 

Berbasis masyarakat, (PKBM) dan Pendidikan Tinggi dengan Program Studi di Luar Kampus Utama, Penyelenggaran Pendidikan Non Formal (PNF). Empat Pasaman Sehat (Universal Healty Coverage (UHC) 100%, Meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan (Satu Jorong Satu Polindes), Meningkatkan Sinergitas dan Intervensi Penurunan Prevalensi Balita Stunting, Meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga kesehatan, Meningkatkan status Rumah Sakit Pratama menjadi Rumah Sakit Umum Daerah.

Kelima Pasaman Terakses Akses transportasi antar kabupaten dan kabupaten tetangga dan peningkatan
akses kecamatan yang masih minim infrastruktur. 6. Pasaman Tanggap Bencan. 7. Pasaman Tujuan
Wisata. 8. Pasaman Memajukan Ekonomi Kerakyatan. 9. Pasaman Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan. 10. Pasaman Berkinerja Baik dan Bersih.

Sabar AS dengan semangat menyampaikan bahwa Program Pasaman Memajukan Ekonomi Kerakyatan dan Pasaman Tujuan Wisata sebagai kebijakan dan hilirisasi. Pertanian merupakan mata pencarian utama sebahagian besarnya masyarakat dan mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pasaman.

Pertanian terdiri dari beberapa sektor kata Sabar AS: diantaranya sektor tanaman pangan (Padi dan Jagung), sektor Hortikultura (Pisang, Salak dan Manggis), sektor Perkebunan (Kakao, Kelapa Sawit dan Enau) dan sektor Peternakan (Pakan Ternak Sapi dan Telur Itik).

Begitu juga kebijakan lainya yakni PASAMAN TUJUAN WISATA beberapa langkah yang sudah dan akan dilakukan yakni 1). Menjadikan Bonjol Sebagai Kawasan Wisata Terpadu Berskala Nasional. Kawasan Wisata Equator Bonjol memliki daya tarik wisata yang banyak diantaranta Air Terjun Sarasah Tigo Tingkek, Sungai Hitam Pemandian Aia Angek, Ikan Banyak Lubuak Bonta, Paralayang. Arung Jeram. 2). Meningkatkan Pengembangan Wisata Lokal Cagar Alam Rimbo Panti, Puncak Tonang, Puncak Kumoyen, Puncak Koto Pajang,

 

Disesi terakhir dalam paparanya Sabar AS menyampaikan permasalahan pengembangan perekonomian diantaranya Belum optimalnya hilirisasi produk pertanian dan perikanan, Kurangya pengembagan industri pengolahan untuk mendukung penciptaan nilai tambah hasil pertanian dan perikanan, Minimnya investasi sektor industry, Belum optimalnya kualitas produksi yang berdaya saing, Masih rendahnya aksesibilitas usaha mikro pada permodalan usaha dan teknologi dan belum optimalnya pengelolaan dan promosi pariwisata dan ekonomi kreatif. (agus)