Peristiwa

Penganiayaan Kepala SMA PGAI Padang Coreng Dunia Pendidikan

376
×

Penganiayaan Kepala SMA PGAI Padang Coreng Dunia Pendidikan

Sebarkan artikel ini
sma
Penganiayaan Kepala SMA PGAI Padang Coreng Dunia Pendidikan

PADANG, ONTIME.ID — Kasus  penganiayaan yang menimpa Kepala SMA DR Abdullah Ahmad (PGAI) Padang, Yunarlis, mendapat perhatian serius Ketua DPRD Sumbar, Supardi mendesak pihak kepolisian segera menindaklanjuti dan mengusut tuntas kasus ini.

“Ini merupakan aksi premanisme yang sangat mencoreng wajah dunia pendidikan kita di Sumatera Barat. Kita lagi serius mengenai pendidikan ini, seluruh pihak punya kewajiban untuk memberikan dukungan, jika ada yang melakukan aksi premanisme, itu tidak bisa ditolerir,” tegas Supardi saat mengunjungi SMA PGAI, Jumat (4/11).

Dikatakannya, jika kasus yang menerpa Kepala Sekolah SMA PGAI didalangi oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan, tidak akan ada yang bisa mengintervensi penegakan hukum, karena apa yang dilakukan adalah tindakan premanisme.

“Pihak kepolisian harus menindaklanjuti kasus ini, jika belum ada tindakan yang berarti, disarankan untuk membawa  pada tingkatan institusi Polri yang lebih tinggi, seperti Polda Sumbar atau Mabes Polri,” katanya.

Ia menjelaskan dirinya datang ke SMA DR Abdullah Ahmad PGAI sebagai bentuk dukungan. Ini tidak harus menunggu laporan, tetapi dirinya langsung yang datang ke lokasi.

Supardi berharap diberikan efek jera pada pelaku premanisme yang masuk dalam dunia pendidikan, jika tidak ada tindakan tegas kasus yang sama bisa terjadi pada sekolah-sekolah lainnya. Hal ini tidak bisa ditoleransi, karena akan menjadi anggapan buruk terhadap bagi dunia luar terhadap dunia pendidikan Sumbar. “Sekarang vidionya telah tersebar kemana-mana, tentu sangat mencoreng dunia pendidikan kita,” katanya.

Ia menambahkan, jika kasus yang menerpa kepada sekolah SMA PGAI dipicu oleh masalah internal yayasan, maka selesaikan dengan musyawarah dan mufakat, jangan sampai  mengganggu proses belajar mengajar.

“Jika ada persoalan silakan ke pihak berwajib, atau jika ada persoalan tentang pendidikan adukan ke pemerintah, ke Dinas Pendidikan. Jika terkait yayasan secara internal, musyawarah mufakat tempatnya. Yang tidak boleh itu adalah melakukan premanisme, mengganggu proses belajar mengajar anak-anak kita,” kata Politisi Gerindra itu.

Tidak hanya pihak kepolisian, dia juga meminta dinas pendidikan melakukan investigasi untuk menyelesaikan masalah ini, sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah, dia menyebut sangat prihatin dengan insiden premanisme di SMA PGAI Padang.

Sementara itu, Kepala SMA PGAI, Yunarlis, mengatakan, secara pribadi pihaknya telah melaporkan kasus premanisme yang menerpanya kepada pihak kepolisian, namun hingga sekarang belum ditindaklanjuti. Ia berharap dalang kasus ini segera ditangkap.

Menurutnya, tindakan sekelompok orang tersebut merupakan salah alamat. “Saya bukan ketua yayasan. Mereka salah alamat mengapa mesti saya yang jadi sasaran. Siapa pelaku di belakang ini? Silahkan menggugat ke pengadilan jika tidak senang dengan pihak yayasan,” sambungnya.

Selain itu dirinya menyebut, ia dengan guru-guru lainnya sudah beberapa kali mengalami tindakan yang kurang menyenangkan tersebut. “Kami sudah beberapa kali mendapat intimidasi, pengancaman dan terakhir ini ada penganiayaan, tentu ini sudah tidak dapat diterima dan kami melapor ke Polresta Padang,” katanya

Sebelumnya Buntut dari Pengeroyokan Kepala SMA PGAI Padang oleh sekelompok orang di saat jam Proses Belajar Mengajar (PBM) berlangsung pada Kamis (3/11), pihak korban melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Padang.

Kasatreskrim Polresta Padang, Kompol Dedy Adriansyah Putra membenarkan perihal pelaporan aksi pengeroyokan tersebut. “Iya benar, ada laporan yang masuk mengenai pengeroyokan di SMA PGAI Padang,” jelasnya. (*/red)