Peristiwa

Pengerjaan Patching Jalan Bungus Yang Dilakukan PPK 2.3 Diduga Asal Jadi

1292
×

Pengerjaan Patching Jalan Bungus Yang Dilakukan PPK 2.3 Diduga Asal Jadi

Sebarkan artikel ini
patching
Dikerjakan Saat Sedang Hujan, Proyek Patching Jalan Bungus Kota Padang Dinilai Asal Jadi

PADANG, ONTIME.ID–Kerusakan lapisan aspal yang berlangsung di sejumlah ruas jalan akibat diguyur hujan yang berkepanjangan.

Selain waktu pengerjaan berlangsung pada musim hujan hingga rentan rusak, kualitas pekerjaan juga turut dipertanyakan.

Seperti yang yang dilakukan oleh PPK 2.3. Pengerjaan Patching Pemeliharaan jalan yang berlokasi di Kecamatan Bungus Kota Padang dinilai asal jadi, karena pengerjaan Patching Aspal dilakukan Saat Hujan.

Hal itu terpantau Awak media dilokasi, aspal yang sudah dilobangi tidak dilakukan pengeringan terlebih dahulu, tetapi langsung diaspal dengan kondisi air masih menggenangi lobang tersebut, padahal Pengaspalan yang dilakukan dalam kondisi jalan yang masih dalam keadaan basah akan sangat berpengaruh pada konstruksi dan kualitasnya, hasil pengaspalan tidak akan bisa maksimal karena daya rekat lapis aspal beton di bawahnya terlalu basah setelah diguyur hujan, Senin (21/11).

Dikerjakan Saat Sedang Hujan, Proyek Patching Jalan Bungus Kota Padang Dinilai Asal Jadi

Akibatnya penambalan aspal akan mudah terkelupas dan pecah dalam waktu dekat, atau paling tidak setelah dilewati kendaraan bermuatan berat akan kembali rusak. Situasi pemeliharaan Patching jalan dalam keadaan basah ini terjadi di ruas jalan Kecamatan Bungus menuju Painan oleh Balai Jalan Nasional Wilayah I, Satker PPK 2.3 Sumbar.

Kurangnya pengawasan dari pihak Kordinator lapangan sehingga penambalan pengaspalan jalan basah ini masih tetap di lakukan hingga ke titik pemeliharaan lainnya.

Awak media  mencoba konfirmasi kepada  warga sekitar, Dasrizal yang tak jauh tinggal di sekitar di sisi ruas jalan tersebut menuturkan, “Dari dulu seperti ini kami lihat  tapi gak bertahan lama sudah cepet rusak ini perlu juga di tinjau ahlinya agar tidak ada permainan bila terbukti langsung di proses, dan yang harus dipertanyakan itu kenapa dikerjakan saat musim hujan. Padahal Dinas Pekerjaan Umum pasti tahu kalau musuh utama aspal itu air”, ungkap nya.

Warga berharap kedepannya agar pemeliharaan jalan ini dikerjakan sebetulnya-betulya jangan menyia-nyiakan uang rakyat dan kepada pihak terkait segera meninjau Proyek phacing ini agar terciptanya Sumatera Barat bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme, perlu di ingat agar tidak melakukan Pengaspalan/ penambalan ketika jalan masih dalam keadaan basah karena telah diguyur hujan. (*/irvand)