TANAH DATAR, ONTIME.ID – Pengusus Masjid Nurul Amin Komplek Kantor Bupati Tanah Datar di Pagaruyung, menyerahkan santunan berupa beasiswa pendidikan.
Santunan tersebut diberikan kepada 50 anak yatim, dengan total bantuan sebesar Rp53,9 juta.
Bantuan beasiswa tersebut diserahkan kepada sebanyak 7 orang mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi. Masing-masing menerima Rp1,5 juta, sebanyak 15 siswa SMA menerima masing-masing Rp1,2 juta, siswa SMP 15 orang menerima Rp1 juta, dan 13 siswa SD menerima Rp800.000.
Bantuan berupa beasiswa tersebut diserahkan oleh Wakil Bupati Tanah Datar, Richi Aprian di ruangan masjid tersebut, Kamis (21/4).
Wabup menyebutkan, bagi anak yatim atau piatu bukanlah alasan untuk berputus asa. Karena, banyak jalan dan cara untuk mencapai cita-cita lebih tinggi ataupun kehidupan yang lebih baik. Dalam Islam Rasullullah SAW menjadi contoh tauladan, di Indonesia pun banyak tokoh nasional berasal dari yatim ataupun piatu
“Jangan pernah menyerah dengan keadaan, masa depan ananda tergantung diri sendiri. Ingat, akan jadi apa ananda semua ke depannya. Karena itu, tetaplah semangat jangan berputus asa, berdoa, berusaha dan berserah diri kepada Allah SWT,” ujarnya.
Hal seperti inilah yang mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar, mendorong anak usia sekolah untuk hafal Alquran. Karena banyak sekolah dan perguruan tinggi yang memberi kemudahan berupa diskon uang kuliah sampai 50%, bahkan sampai pembebasan uang kuliah.
Selanjutnya, terkait pemberian bantuan, Wabup menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada Masjid Nurul Amin, dan berharap terus berlanjut di masa mendatang.
“Atas nama Pemerintah Daerah, saya menyampaikan apresiasi ,dan terima kasih serta kepada penerima bantuan,agar manfaatkan semaksimal mungkin, dan niatkan di masa depan ananda lah yang memberi bantuan,” ucap Richi.
Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Imran mengatakan, bantuan diberikan untuk anak usia sekolah dan perguruan tinggi sebanyak 50 orang anak yatim atau piatu ataupun yatim piatu di sekitaran Masjid Nurul Amin dengan totalnya Rp53,9 juta, berasal dari infak dan sedekah jemaah masjid dan masyarakat. (*/red)













