Peristiwa

Polda Ultimatum Pelaku Kasus Persekusi Perempuan Di Pessel

182
×

Polda Ultimatum Pelaku Kasus Persekusi Perempuan Di Pessel

Sebarkan artikel ini
Polda
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Dwi Sulistyawan

PADANG, ONTIME.ID— Polda Sumbar mengultimatum para pelaku persekusi dua perempuan pemandu lagu di Kabupaten Pesisir Selatan agar segera menyerahkan diri.

Dua perempuan yang menjadi korban persekusi dan videonya Viral di media sosial tersebut. Diketahui masing-masing  berusia 19 tahun dan 24 tahun, keduanya sempat diarak, diceburkan ke laut, dan ditelanjangi oleh sekelompok orang yang diduga marah karena mereka beraktivitas di bulan ramadhan.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Dwi Sulistyawan, mengatakan kasus itu kini  telah diambil alih dari Polsek Lengayang ke Polres Pesisir Selatan. Menurutnya kasus itu telah menjadi atensi dan penyelidikan akan  terus dilakukan

“Kepada para pelaku agar segera menyerahkan diri. Karena perbuatan semuanya, perbuatan yang melanggar hukum dan HAM. Kalau tidak kami cari (sampai dapat),” ujar Dwi kepada awak media, Rabu (12/4).

Dwi membantah pihak kepolisian mengalami kesulitan mengidentifikasi para pelaku. Sebab menurutnya, CCTV hingga rekaman saat terjadinya peristiwa tersebut,  telah dikantongi.

“Sampai sekarang belum ada yang kami amankan (pelaku). Enggak kesulitan, CCTV ada, rekaman ada. Yang pasti kami melakukan penyelidikan dulu, kemudian nantinya hasil penyelidikan itu akan mengarahkan ke pelaku-pelaku,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar, Kombes Andry Kurniawan mengatakan, dirinya telah memerintahkan  Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) setempat agar menangani kasus ini dengan cepat.

“Kami sudah arahkan Kasatwil dalam hal ini Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan untuk menangani hal tersebut. Merespons cepat,” Ucapnya.

Andry mengungkapkan, peristiwa persekusi itu terjadi  Sabtu (8/4) malam. Ia menegaskan, aparat kepolisian akan melakukan penindakan hukum, apabila terbukti ada unsur kekerasan seksual yang dialami korban.

“Sudah saya perintahkan untuk melakukan penyelidikan. Perspektif hukum, apabila memenuhi kekerasan seksual akan kami tangani,” jelasnya.

Sebelumnya, aksi persekusi yang dilakukan warga terhadap Kedua orang pemandu lagu itu Viral di media sosial. Aksi itu merupakan buntut amarah warga lantaran kafe yang menjadi tempat kerja korban tetap buka saat Ramadhan.

Dalam video, terdengar perempuan tersebut telah meminta ampun dan mengaku tidak berbuat apa-apa namun rintihan perempuan itu tidak dipedulikan warga beberapa di antaranya adalah sejumlah pemuda.

Perempuan itu malah diceburkan ke laut. Saat perbuatan kejam tidak berperikemanusiaan itu terjadi, Jug terlihat ada pria yang melepaskan pakaian perempuan itu. (vand)