Politik

Ridwan Dt. Tumbijo Tampung Aspirasi Masyarakat Dapil III

102
×

Ridwan Dt. Tumbijo Tampung Aspirasi Masyarakat Dapil III

Sebarkan artikel ini
Ridwan
Anggota DPRD Sumbar, Ridwan Datuak Tumbijo saat melaksanakan reses masa sidang pertama tahun 2024-2025 di daerah pemilihan III Agam - Bukittinggi, Senin (28/10).

PADANG, ONtime.ID- Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) memiliki peran penting dalam melestarikan dan menerapkan nilai-nilai adat serta budaya Minangkabau.

LKAAM juga berfungsi sebagai mitra pemerintah dalam menjaga komunitas adat , melindungi anak kemenakan dari pengaruh global kemajuan zaman sesuai filosofi Adat Basandi Syarak – Syarak  Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Ridwan Datuak Tumbijo saat melakukan reses masa sidang pertama tahun 2024-2025  di daerah pemilihan III Agam – Bukittinggi yang dilaksanakan Kantor Camat Lubuk Basung Kabupaten Agam, Senin (28/10).

Ridwan mengatakan, penguatan kelembagaan LKAAM perlu menjadi konsen pemerintah daerah sebagai ujung tombak dalam melestarikan nilai-nilai budaya kedaerahan.

“Upaya penguatan kelembagaan LKAAM perlu menjadi perhatian kita, sinergitas lembaga adat  dengan pemerintah daerah perlu menjadi atensi kita bersama ,” ungkapnya.

Ia menambahkan, peran serta LKAAM dalam melestarikan budaya minangkabau dan ikut dalam memberantas penyakit masyarakat mesti dapat dimaksimalkan.

“Upaya pemberantasan penyakit masyarakat perlu dilakukan terus menerus dengan melibat kan seluruh stakeholder terutama peran ninik mamak sesuai dengan pepatah minang “anak dipangku kamanakan dibimbiang , urang kampuang dipatenggangkan” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, penguatan kelembagaan LKAAM dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti meningkatkan kapasitas ninik mamak, mengoptimalkan fungsi lembaga LKAAM, meningkatkan peran masyarakat dalam pembangunan daerah.

“Dengan adanya pokok-pokok pikiran DPRD Sumbar kita akan mencoba mencari formula bagaimana kualitas SDM ninik mamak dan kelembagaan LKAAM dapat menjawab tantangan zaman saat ini,” harapnya.

Senada, Ketua LKAAM Lubuk Basung Syahmendra Putra, S Dt. Mulia Basa mengatakan, peran serta ninik mamak dalam pembangunan daerah dan memelihara budaya ranah minang yang berlandaskan ABS SBK perlu diterapkan.

“Tingginya pengaruh arus informasi telah merambat ke dunia pendidikan, salah satu dampak negatifnya  naiknya angka penyalahgunaan narkoba, pornoaksi, pornografi, judi online dan prilaku LGBT sudah masuk ke ranah sekolah tentu LKAAM perlu mengambil porsi dalam menyelamatkan anak kemenakan di Sumbar,” tegasnya.

Syahmendra Putra juga menegaskan, peran ninik mamak dalam kehidupan masyarakat alam minangkabau juga adalah sebagai pemelihara harta pusako dan menjaga anak kemenakan serta melestarikan nilai-nilai adat  dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Camat Lubuk Basung, Ricky Eka Putra mengatakan, dengan berkumpulnya para ninik mamak akan dapat melahirkan ide-ide dan gagasan dalam kemajuaan pembangunan daerah.

“Harapan besar kami tumpangkan kepada ninik mamak, wali nagari demi terciptanya kemajauan pembangunan Kecamatan Lubuk Basung kedepannya tentu tokoh adat dan masyarakat perlu sairing sajalan, saiyo sakato,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Taslim  menyebutkan ninik mamak ibarat “bak kayu gadang di tangah koto, ureknyo tampek baselo, batangnyo tampek basanda, dahannyo tampek bagantuang, daunnyo perak suaso, bungonyo ambiak kasuntiang, buahnyo buliah dimakan, tampek bataduah kutiko ujan, tampek balinduang kutiko panen.

“Diharapkan peran dan  fungsi ninik mamak yang begitu besar dengan masyarakat Pemerintah Kabupaten Agam mempunyai progam dan kegiatan materi muatan lokal Bahasa dan Sastra Minangkabau tingkat SD dan SMP, dengan program ini ninik mamak mampu mengambil peran serta dalam dunia pendidikan  untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045,” serunya. (*)