Internasional

Warga Gaza Kehilangan Segalanya

193
×

Warga Gaza Kehilangan Segalanya

Sebarkan artikel ini
Gaza
Eskalasi yang terjadi antara kelompok Hamas Palestina dan pasukan Israel di Jalur Gaza membuat hidup warga sipil semakin sulit.

GAZA, ONTIME.ID- Eskalasi yang terjadi antara kelompok Hamas Palestina dan pasukan Israel di Jalur Gaza tak hanya menyebabkan kerusakan, tetapi juga membuat hidup warga sipil semakin sulit.

Sejak serangan terjadi pada Sabtu pekan lalu, serangan Israel telah menyebabkan kerusakan signifikan pada puluhan bangunan tempat tinggal, kantor perusahaan telekomunikasi, hingga gedung Fakultas Universitas Islam Gaza.

Rimal, salah satu area lingkungan terkaya di Kota Gaza dan biasanya paling tenang, juga sempat mengalami ledakan dahsyat sepanjang Senin malam. Anak-anak menjerit dan tak seorang pun penduduk yang bisa tidur sejenak dalam situasi tersebut.

Seorang warga Rimal, Mohammed Abu al-Kass, menyesalkan situasi yang terjadi saat ini. Sambil menggendong putrinya Shahd di jalan, ia mengatakan telah kehilangan segalanya.

“Saya kehilangan segalanya. Apartemen saya, tempat tinggal kelima anak saya, ada di sini, di gedung ini. Toko kelontong saya di bawah gedung hancur,” katanya dilansir dari BBC International pekan lalu.

“Ke mana kami pergi? Kami menjadi tunawisma. Tidak ada lagi tempat berlindung atau pekerjaan bagi kami.” tegasnya.

“Apakah rumah dan toko kelontong saya menjadi sasaran militer, Israel?” tambahnya, menuduh militer Israel berbohong ketika mengatakan mereka tidak menargetkan warga sipil.

Di lain pihak, Presiden Iran Ebrahim Raisi mengatakan bombardir Israel yang masih terus berlangsung di Jalur Gaza Palestina sudah kelewat batas. Raisi menuturkan gempuran Israel yang terus meningkat sejak 7 Oktober lalu ini mungkin memaksa semua orang untuk segera bertindak.

“Kejahatan rezim Zionis telah melewati garis merah, dan ini mungkin memaksa semua orang untuk mengambil tindakan,” kata Raisi di X, sebelumnya Twitter, Minggu (29/10).

Raisi menuturkan Amerika Serikat mewanti-wanti Iran untuk tidak ikut campur perang Hamas vs Israel, namun Washington tetap memberikan dukungan yang luas kepada Israel.

“AS mengirim pesan ke Poros Perlawanan (jaringan milisi Palestina) tetapi ikut merespons tanggapan yang jelas di medan perang,” kata Raisi seperti dikutip Al Arabiya.

Selama ini, Iran diyakini memberikan sejumlah dukungan terhadap kelompok milisi di berbagai negara di Timur Tengah untuk sama-sama melawan Israel.

Jaringan ini mencakup organisasi-organisasi milisi bersenjata seperti Hamas di Palestina, Hizbullah di Lebanon, serta berbagai milisi di Irak dan Suriah, dan milisi Houthi di Yaman.

Meskipun tidak jelas apa yang dimaksud Raisi, serangkaian serangan terhadap pasukan AS terus berlangsung di Irak dan Suriah.

Di saat yang bersamaan, baku tembak antara pasukan Israel dan Hizbullah di perbatasan Lebanon juga terus meluas.

Iran, yang secara finansial dan militer mendukung Hamas, telah memuji serangan dadakan Hamas ke Israel pada 7 Oktober lalu. Serangan itu menjadi pematik perang Hamas vs Israel yang terus memanas hingga hari ini. Namun, Iran bersikeras menegaskan tidak terlibat dalam serangan Hamas tersebut. (vand)