Berita

Wildayanti, Ratu Sampah dari Ranah Lansek Manih

637
×

Wildayanti, Ratu Sampah dari Ranah Lansek Manih

Sebarkan artikel ini
wildayanti
Wildayanti, Ratu Sampah dari Ranah Lansek Manih

“Saat itu saya belum mendapatkan dukungan dari keluarga. Bahkan dicemooh oleh teman-teman karena saya memilih mengurus sampah ketimbang karir saya yang sedang bagusnya. Tapi pilihan saya itu sangat meyakini bahwa saya akan bisa memberikan perubahan yang baik, tidak hanya soal materi saja, tapi juga manfaat bagi yang lainnya,” ujarnya.

wildayanti
Wildayanti, Ratu Sampah dari Ranah Lansek Manih

Secara perlahan, Wilda Yanti kembali mengais sampah-sampah dari masyarakat untuk diolah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi. Ia kemudian menjalankannya kepada perusahaan-perusahaan maupun kelompok usaha yang mau menjadi mitra.

Usaha itu terus berkembang, dan memberikan perubahan yang sangat berdampak pada lingkungan dan masyarakat. PT Global Synergy milik Wilda pun kini sudah berdiri di sejumlah daerah, seperti Purwokerto, Pekalongan, Bekasi, dan Bogor, dengan karyawan yang sudah mencapai 1.200 orang.

Sebuah Julukan Ratu Sampah

Kini bila nama Wilda ditulis di mesin pencari Google, salah satu kata yang langsung muncul adalah Ratu Sampah. Julukan itu didapatkan Wilda dari media yang memberitakan gerakan peduli sampah yang konsisten dilakukan oleh perempuan asal Sijunjung ini.

Hal ini berawal dari kebiasaan Wilda saat masih bekerja di salah satu perusahaan waktu itu. Ia selepas dari kantor dengan pakaian yang masih rapi dengan jas dan sepatu high heel nya sering menyusuri tempat-tempat sampah di kawasan Ibukota.

“Awalnya itu pada saat mengurusi sampah, saya selalu menggunakan seragam kantor dari tempat saya bekerja, karena sepulang kerja itu saya langsung menyambangi urusan sampah ini tanpa pulang terlebih dahulu,” kata Wilda.

“Jadi dengan tampilan saya yang menggunakan jas dan sepatu high hill, orang-orang melihatnya itu sesuatu hal yang unik, karena biasanya mengurus sampah itu identik dengan pakaian lusuh. Sehingga dengan tampilan saya itu, orang menganggap saya sebagai ratu yang mengurusi sampah,”