Wilda berharap dengan penampilan yang segeh itu mampu mengubah mindset masyarakat, bahwa mengurus sampah itu tidak harus menjadi pekerjaan rendahan. Namun bisa menjadi gaya hidup yang dapat menjadi nilai ekonomi.
Tumbuh di Lingkungan yang Tepat
Hal yang paling tergambar dari karakteristik Wilda adalah kegigihan dan ketekunannya di berbagai hal, termasuk pada komitmennya mengurusi sampah. Menurut Wilda, karakter itu tumbuh dan terbentuk oleh lingkungan saat ia masih kecil di Nagari Tanjung Ampalu, Koto Tujuh, Sijunjung.
Terlahir dari keluarga yang sederhana, Wilda menghabiskan masa kecilnya dengan bermain dan membantu orang tua. “Waktu kecil itu saya sangat senang berjualan. Sepulang sekolah, saya selalu berjualan dengan menenteng jualan saya seperti ubi singkong dan juga sayur-sayuran. Terkadang, saya sengaja datang ke ladang kakek saya untuk meminta hasil panen ladangnya untuk saya jual,” tuturnya mengingat.
Namun, Wilda mengaku kegigihannya saat masih kecil itu belum sebanding dengan teman-temanya yang bekerja layaknya orang dewasa seperti memotong karet, hingga ke sawah.
“Melihat kegigihan dari teman-teman kecil saya itulah mungkin menjadi motivasi bagi saya untuk bisa lebih gigih dan bekerja keras lagi. Sehingga semangat untuk terus gigih dan berusaha itu selalu memacu saya untuk bisa menjadi lebih baik lagi,” katanya.
Segudang Penghargaan
Selain membawa perubahan, kepedulian Wilda kepada lingkungan juga diganjar dengan berbagai penghargaan bergengsi, salah satunya Kartini Next Generation Award (2014).
Wilda juga dinobatkan sebagai Wanita Pembawa Perubahan di Bidang Lingkungan dan Kesehatan, Motivator dan Inspirator, Wirausaha Femina (2015), Entrepreneur Winning Women, Women Entrepreneur Of The Year (2018), Penghargaan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Bank Sampah Terbaik 2021 oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan RI dan beberapa penghargaan lainnya.
“Tidak semua sampah harus dibuang, ada yang bisa kita kelola untuk menjadi sesuatu yang bernilai,” ujarnya mengakhiri. (*)













