EJK yang sering menjadi referensi foto cukup kagum dengan animo orang-orang akan dunia fotografi, terutama anak-anak muda yang ingin berkarya dari keindahan alam dan budaya Minangkabau.
“Perkembangannya sangat pesat, terlebih di era sosial media seperti ini, Hanya saja ada fenomena, para fotografer saat ini hanya berpacu untuk berkarya saat menjelang lomba saja, jika tidak ada lomba gairahnya hilang, sayang sekali berkarya hanya diukur dengan uang,” lanjut
Dalam kesempatan itu, Erison berpesan hal yang terpenting dalam berkarya adalah keberanian untuk tetap menjadi diri sendiri agar bisa membuat sesuatu yang otentik.
“Terinspirasi dengan seseorang boleh saja, tapi jangan jadi peniru, berinovasilah, kalau hanya sekedar meniru, itu namanya pengekor, tapi jika berani beda dan mau berinovasi, itu baru namanya anak muda pelopor,” tutupnya. (*)













