Pariaman

Di Tengah Bencana, Pemko Pariaman Turun Tangan: Wartawan Tak Dibiarkan Berjuang Sendiri

170
×

Di Tengah Bencana, Pemko Pariaman Turun Tangan: Wartawan Tak Dibiarkan Berjuang Sendiri

Sebarkan artikel ini
Bencana
Di Tengah Bencana, Pemko Pariaman Turun Tangan: Wartawan Tak Dibiarkan Berjuang Sendiri

PARIAMAN, ONtime.ID — Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman kembali menunjukkan sikap yang patut dicatat publik.

Di saat bencana akibat cuaca ekstrem masih menyisakan dampak di berbagai lini kehidupan, Pemko Pariaman menyalurkan bantuan paket sembako khusus bagi wartawan yang terdampak.

Bantuan tersebut disalurkan melalui Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Cabang Pariaman sebagai bentuk pengakuan atas peran strategis pers di masa krisis.

Penyerahan bantuan berlangsung di Pendopo Wali Kota Pariaman, Sabtu (10/1/2026). Meski Wali Kota Pariaman, Yota Balad, berhalangan hadir, komitmen pemerintah tetap terwakili melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Pariaman, Afrizal Azhar, yang secara resmi menyerahkan bantuan tersebut.

Sebanyak 21 paket sembako diterima langsung oleh Ketua SMSI Pariaman, Ikhlas Darma Murya, didampingi jajaran pengurus dan anggota SMSI. Bantuan ini menjadi sinyal tegas bahwa wartawan tidak dipandang sekadar sebagai pelapor bencana, tetapi juga sebagai kelompok yang ikut merasakan dampaknya.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Pemko Pariaman. Ini bukan hanya soal sembako, tapi soal perhatian,” ujar Ikhlas Darma Murya, yang akrab disapa IDM.

Menurut IDM, bencana akibat cuaca ekstrem memaksa wartawan bekerja lebih keras, dengan risiko dan tekanan yang meningkat. Di sisi lain, tidak semua insan pers memiliki kondisi ekonomi yang aman ketika bencana melanda.

“Bantuan ini jelas membantu. Kami mengapresiasi Wali Kota Pariaman dan seluruh jajaran yang menunjukkan empati nyata kepada wartawan,” tegasnya.

Sekda Afrizal Azhar, yang hadir bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pariaman, Yalviendri, menegaskan bahwa perhatian terhadap wartawan bukan tanpa alasan. Di masa darurat, jurnalis berfungsi sebagai penghubung vital antara pemerintah dan masyarakat.

“Peran wartawan sangat krusial saat bencana. Informasi yang cepat dan akurat membantu masyarakat tetap waspada dan tenang. Karena itu, Pemko Pariaman merasa berkewajiban ikut memperhatikan kesejahteraan mereka,” ungkap Afrizal.

Ia menambahkan, komitmen Pemko Pariaman dalam pemulihan pascabencana tidak hanya terfokus pada infrastruktur dan fasilitas publik, tetapi juga pada stabilitas sosial dan ekonomi, termasuk kelompok profesi yang memiliki peran strategis.

Penyaluran bantuan sembako ini diharapkan mampu meringankan beban wartawan terdampak sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers. Di tengah situasi darurat, langkah Pemko Pariaman ini menjadi pesan kuat bahwa kerja jurnalistik di masa bencana tidak dibiarkan berjalan sendirian. (*)

Ikuti Terus Saluran Whatsapp ONtime.ID