Supardi menyarankan Pemprov Sumbar untuk segera membentuk tim yang akan bekerja untuk percepatan pembebasan lahan dan juga untuk melobi pemerintah pusat.
“Bentuk tim khusus, satu tim untuk percepatan pembebasan lahan dan satu lagi tim yang tugasnya melobi pemerintah pusat. Gunakan semua kekuatan kita yang ada di rantau. Banyak kok tokoh yang sanggup melobi ke pusat. Kita punya anggota DPR-RI yang sanggup dan siap untuk melakukan itu, libatkan dan ajak mereka berkomunikasi,” katanya.
Lahan Tol Selesai Juli 2022
Di sisi lain, pembangunan jalan Tol Padang-Pekanbaru pada penetapan lokasi 2 (Penlok 2) menjadi skala prioritas, Pemerintah Provinsi Sumbar dalam hal ini menargetkan pembebasan lahan selesai pada Juli 2022.
“Segala permasalahan tol di Sumbar seluruhnya sudah kami sampaikan dan uraikan, kita akan terus mendorong dana bisa terlaksana hingga bulan Juli. Dana pembayaran sudah tersedia dari pihak LMAN. Setiap permasalahan sudah dipantau oleh Pemprov bersama Forkopimda,” ujarnya Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, kepada ONTIME.ID.
Ia mengatakan, hingga saat ini pembebasan lahan untuk Ruas Tol Padang-Sicincin telah mencapai 62 persen. Pihaknya menargetkan pada bulan Juli mendatang pembebasan lahan bisa diselesaikan.
“Pengerjaan juga tidak berhenti dilakukan pihak Hutama Karya. Mereka terus bekerja di spot-spot yang tanahnya sudah dibebaskan,” katanya, Senin (6/6).
Anggaran untuk pembebasan 662 bidang tanah yang belum diselesaikan di fase Padang-Sicincin itu disebut Wagub juga sudah tersedia. Anggaran yang akan digunakan itu berasal dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).
“LMAN pada tahun ini menyediakan dana Rp400 Miliar yang siap digunakan. Jadi, pembangunan fase Padang-Sicincin ini akan terus dilanjutkan, tidak akan berhenti,” katanya.
Sementara, Staf Ahli Gubernur Sumbar Bidang Ekonomi dan Keuangan Syafrizal Ucok, menyebutkan Pemerintah Provinsi Sumbar menargetkan pembebasan lahan selesai pda Juli. Hal ini dikarenakan presiden akan mengeluarkan kepres pergeseran prioritas pembangunan jalan tol Sicincin-Bukittinggi menjadi prioritas keempat karena Padang-Sicincin belum selesai.
Pembebasan lahan untuk pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru penetapan lokasi (Penlok 2) Padang-Sicincin hingga Juni 2022 tercatat sekitar 41,21 persen. Angka tersebut sebanyak 612 bidang dari 1.485 bidang yang sudah termasuk tahap penerimaan uang ganti rugi (UGK).













