Epi menuturkan bahwa aksi keprihatinan para petani sawit tersebut dilakukan hari ini secara serentak di seluruh Indonesia agar menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah untuk segera mencari jalan keluar atas permasalahan cukup berdampak pada perekonomian para petani sawit tersebut.
“Selain itu, banyaknya perusahaan kelapa sawit di daerah luar Sumbar yang sudah tutup, sehingga banyak juga TBS yang masuk kesini dari luar daerah,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, para petani meminta kepada Pemkab Sijunjung untuk menyampaikan kepada pemerintah pusat untuk mencabut larangan ekspor CPO ke luar negeri dicabut. Sebab, aturan itu mengakibatkan tangki penampungan di Perusahaan sawit menjadi menumpuk, sehingga TBS tidak bisa lagi diolah dan menyebabkan petani rugi.
Selain itu, dengan keadaan harga TBS saat ini pihaknya meminta kepada Pemkab Sijunjung untuk menyampaikan kepada Perusahaan sawit agar memprioritaskan TBS yang berasal dari Kabupaten Sijunjung.
Menanggapi tuntutan para petani sawit, Bupati Pasbar Hamsuardi mengatakan akan menyampaikan tuntutan Apkasindo kepada pemerintah provinsi agar disampaikan kepada pemerintah pusat, terutama menteri yang mengambil kebijakan dalam pengelolaan produksi sawit.
“Tuntutan petani sawit yang tergabung kepada Apkasindo kami terima dan kami teruskan nanti kepada pemerintah pusat. Apa yang dikeluhkan oleh petani Pasbar juga dirasakan oleh petani di Kabupaten Kota lainnya di Sumbar,”katanya.













