PARIAMAN, Ontime.ID – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman bersama Lantamal II Padang akan memasang pagar tiang pemancang untuk mengungkung eks Kapal Perang Teluk Bone 511 yang berada di bibir Pantai Pauh, Kecamatan Pariaman Tengah, agar tidak terseret arus laut.
Penjabat Wali Kota Pariaman, Roberia meyakini, kerja sama tersebut merupakan langkah baik untuk mengoptimalkan anggaran pembuatan kanal kapal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024.
“Ini luar biasa, kalau pekerjaan diserahkan kepada ahlinya, maka Insyaallah dapat selesai dengan baik. Untuk urusan kapal Lantamal ahlinya,” kata Roberia, Jumat (3/5).
Ia menyebut, pemko sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp200 juta dari APBD 2024. Adapun rancangan dalam kerja sama tersebut mencakup pemasangan sejumlah tiang pemancang untuk memagari KRI Teluk Bone 511 dari arah laut.
“Anggaran pembangunan kanal sudah tertera di APBD 2024. Dana sebesar Rp200 juta itu yang akan kita peruntukkan untuk menyelamatkan kapal,” jelasnya.
Roberia meyakini, kerja sama tersebut lebih efektif karena teknis pengerjaannya memiliki perhitungan yang jelas. Sebab, menunggu pergeseran kapal karena faktor alam saja tidak cukup, pemko harus mengambil tindakan penyelamatan lebih lanjut.
Pada kesempatan yang sama, ia mengatakan bahwa pihaknya akan segera menandatangani perjanjian swakelola kanal kapal. Pengerjaan kanal dimulai usai prosesi penanda tanganan diselesaikan.
“Paling lambat dalam tujuh hari ke depan, tanda tangan perjanjian kerja sama berbentuk swakelola kita lakukan. Tepatnya pada Jumat depan, atau Sabtu,” ulasnya.
Pada kesempatannya, Kadis Ke Syahbandar TNI Lantamal II Padang, Letkol Laut Agus Rizal menjabarkan teknis pengerjaan pagar tersebut. Ada sepuluh tiang pemancang yang dilingkar sebagian sisi kapal yang mengarah ke laut.
“Berdasarkan rencana, kita akan memasang kurang lebih 10 buah tiang pemancang yang masing-masingnya berdiameter 6 inci dan panjang 8 meter dengan pemasangan model cincin. Tujuannya untuk mengungkung kapal Teluk Bone agar tidak terseret ombak ke arah laut,” katanya.
Lebih lanjut, ia menerangkan, usai memasang pagar, rencana lanjutan dari operasi penyelamatan Teluk Bone 511 ialah membangun kanal dan pulau reklamasi. Penempatan pulau reklamasi diperhitungkan pada sisi kanan kapal, bersampingan dengan laut.
“Sebagai rencana kedua, kita akan membangun kanal kapal serta pembuatan pulau reklamasi pada sisi kapal yang mengarah ke laut,” ujarnya.
Operasi penyelamatan kapal juga mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kota Pariaman, Harpen Agus Bulyandi. Ia sepakat dengan langkah pemko dalam mengamankan aset pemerintah daerah melalui kerja sama tersebut.
“Ini langkah yang baik untuk mejaga dan menyelamatkan aset yang telah dihibahkan kepada pemko. Kita mengucapkan terima kasih kepada Lantamal yang mau membantu operasi penyelamatan kapal,” katanya.
Sebelumnya, KRI Teluk Bone 511 yang terparkir di perairan Pantai Pauh tergeser oleh ombak pantai hingga mendekati bibir pantai. Asisten I Setdako Pariaman, Yaminu Rizal mengatakan, penyebab tali jangkar dan tali pengikat kapal putus akibat cuaca ekstrem.
Sebagai langkah antisipasi, pemko melakukan operasi penyelamatan KRI Teluk Bone 511 dengan penggalian pasir pantai dan pemindahan batu menggunakan eksavator. Yaminu Rizal menyebut, tindakan tersebut dilakukan untuk memudahkan pergeseran kapal secara alami ke arah darat. (vand)













