SUMBAR

Perlahan Tapi Pasti, Sumbar “Merdeka” dari Pandemi

632
×

Perlahan Tapi Pasti, Sumbar “Merdeka” dari Pandemi

Sebarkan artikel ini
sumbar
GUBERNUR Mahyeldi menerima vaksinasi dosis dosis pertama pada Senin (8/3/2021) lalu.

PADANG, ONTIME.ID—Pandemi Covid-19 yang menghantam Indonesia, khususnya Sumatra Barat, sejak awal tahun 2020 telah meluluhlantakkan berbagai sendi kehidupan, di mana sektor kesehatan dan ekonomi menjadi yang paling terdampak.

Kini, setelah dua tahun berlalu, seiring dengan semangat HUT RI Ke-77, Sumatra Barat (Sumbar) perlahan tapi pasti mencoba kembali bangkit dan “merdeka” dari kungkungan pandemi.

Semangat kebangkitan ini diutarakan Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah saat jumpa pers di ruang rapat Istana Gubernur pada (16/8).

Dalam kesempatan itu, Gubernur yang didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) menyampaikan, semangat kebangkitan dan pemulihan itu perlahan-lahan sudah mulai tampak sejak kondisi pandemi membaik pada awal tahun 2022 lalu. Di Sumbar, kondisi ini dibuktikan dengan angka penambahan kasus Covid-19 yang telah jauh menurun selama beberapa bulan belakangan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar, Sejak 3 April 2022, positivity rate (PR) Sumbar konstan berada di bawah 5 persen. Hal ini menunjukkan bahwa grafik Covid-19 terus melandai. Bahkan, dalam beberapa minggu terakhir, jumlah penambahan kasus baru boleh dikatakan nihil (zero cases).

Di samping itu, angka kematian atau case fatality rate (CFR) juga selalu berada di bawah 2,24 persen. Pun halnya dengan penetapan zona pandemi berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2022, di mana Sumbar masih menempati zona Level 1.

“Sejak beberapa bulan belakangan, kasus Covid-19 di Sumbar sudah jauh menurun dan angka kesembuhan juga terus meningkat. Di sisi lain, kami sampai saat ini juga masih terus menggenjot capaian vaksinasi, terutama vaksinasi booster atau dosis ketiga,” ujarnya Buya Mahyeldi.

Mantan Wali Kota Padang itu menyebut, kondisi ini tidak terlepas dari sinergi yang sangat baik, yang terjalin antara pemerintah provinsi (pemprov) dengan pemerintah kabupaten/kota, forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), organisasi sosial kemasyarakatan, serta pemangku kepentingan terkait lainnya dalam penanganan Covid-19 di Indonesia, khususnya Sumbar.

Ia yakin, dengan segala upaya yang telah dilakukan, seperti percepatan vaksinasi Covid-19, penyediaan fasilitas kesehatan khusus untuk menampung pasien Covid-19, serta kontribusi penuh dan tanpa henti dari tenaga kesehatan (nakes), pandemi Covid-19 di Sumbar akan segera berlalu.

“Sekarang, melalui vaksinasi yang terus kami genjot, imunitas masyarakat terhadap virus Corona sudah meningkat. Kami yakin, tidak lama lagi virus Corona akan menjadi virus biasa yang tak ubahnya seperti flu. Karena imunitas tubuh yang sudah meningkat itu tadi,” tuturnya.

 

Mengejar Ketertinggalan Imunisasi

Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir juga ikut berdampak pada menurun cakupan imunisasi dasar lengkap pada anak di Sumbar. Sebagai akibatnya, sejumlah penyakit menular, seperti campak, Rubella, difteri, dan sebagainya, yang selama beberapa tahun belakangan tak lagi terdeteksi, kini kembali muncul ke permukaan. Bahkan, berdasarkan data Dinkes Sumbar, hingga 20 Juli 2022, kasus campak di Sumbar sudah mencapai 514 kasus.

Kondisi ini memang tak dapat dihindari, lantaran posyandu dan imunisasi tidak bisa terlaksana selama masa pandemi Covid-19. Selain karena keterbatasan anggaran, yang sebagian besar terserap untuk penanganan Covid-19, hal ini juga karena adanya berbagai pembatasan kegiatan dan mobilitas masyarakat yang diberlakukan pemerintah selama masa pandemi.

Kondisi ini jelas menjadi tantangan tersendiri bagi Sumbar yang baru bangkit usai dihantam badai pandemi Covid-19. “Memang betul, kita juga tidak bisa memungkiri. Karena kan sudah dua tahun lebih tidak ada imunisasi. Jadi wajar saja kalau penyakit-penyakit seperti campak dan difteri muncul kembali. Biar bagaimanapun, kita tahu bahwa imunisasi itu penting untuk “memagari” anak-anak kita dari penyakit-penyakit menular,” katanya.

Oleh sebab itu, bertepatan dengan Pekan Imunisasi Dunia dan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tahun 2022, Pemprov Sumbar mencoba mengejar ketertinggalan imunisasi. Bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan pemerintah kabupaten/kota, Pemprov Sumbar terus menggenjot capaian imunisasi dasar lengkap.

Menurut data Dinkes Sumbar, hingga sejauh ini, selama BIAN tahap 1 yang dimulai sejak 18 Mei sampai dengan 14 September 2022 mendatang, capaian imunisasi dasar lengkap di Sumbar baru mencapai 37 persen atau sebanyak 538.448 orang dari total target 1.470.923 orang.

“Ini yang masih menjadi PR kita bersama. Bagaimana mengajak masyarakat, ayo bawa anak-anak kita untuk diimunisasi, sehingga capaian imunisasi di Sumbar meningkat. Dan pada gilirannya meningkatkan kekebalan tubuh anak, sehingga tidak mudah terserang penyakit-penyakit seperti campak dan difteri,” ujarnya.