BUKITTINGGI, ONTIME.ID- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan partai yang cukup vokal dalam menyuarakan penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Penolakan itu ditunjukkan PKS dengan berbagai cara, mulai dari penyampaian pandangan melalui sidang paripurna DPR RI, hingga ikut turun ke jalan bersama masyarakat guna mendesak pemerintah menolak kenaikan harga BBM.
“Tidak hanya di pusat, kita di daerah juga ikut menolak kenaikan BBM. Bahkan pengurus dan kader PKS Bukittinggi turut ikut dalam aksi flashmob yang dilaksanakan PKS secara serentak se-Indonesia. Dalam aksi flasmob yang kita lakukan disepanjang Jalan Sudirman Bukittinggi, kader PKS turun ke jalan membentangkan poster, spanduk, dan menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM,” ujar Ketua DPD PKS Bukittinggi, Ibnu Asis, di Kantor DPRD Bukittinggi, Senin (13/9).
Ia menyebutkan, dalam aksi flasmob pada Sabtu (10/9) kemarin, puluhan kader PKS Bukittinggi menggunakan atribut warna kebesaran PKS (oranye). Sejumlah petinggi partai, anggota fraksi PKS DPRD Bukittinggi, serta sejumlah struktur PKS Bukittinggi mulai dari DPD, Dewan Pengurus Cabang, hingga Dewan Pengurus Ranting turut hadir dalam aksi tersebut.
Adapun pernyataan sikap PKS Kota Bukittinggi dalam aksi tersebut diantaranya adalah, mendukung sepenuhnya langkah-langkah politis dan strategis DPP PKS untuk menyampaikan beragam pertimbangan yang matang dan masukan yang konstruktif kepada Pemerintah Pusat atas kebijakan sepihak menaikkan harga BBM Bersubsidi.
Mendukung sepenuhnya upaya-upaya konstitusional dan tanggap yang dilakukan oleh seluruh anggota Fraksi PKS DPR RI untuk menyuarakan dan menyalurkan aspirasi murni seluruh elemen masyarakat terhadap perubahan tarif BBM Bersubsidi yang sangat signifikan dan drastis.
“PKS juga mendukung perjuangan seluruh lapisan masyarakat dan membersamainya menolak kenaikan BBM bersubsidi, dan meminta pemerintah pusat untuk segera melakukan peninjauan dan pengkajian kembali terhadap kebijakan yang sudah diambil serta ditindaklanjuti dengan menetapkan kebijakan baru yang lebih humanis dan promasyarakat,” kata Ibnu Asis.
Menurut Ibnu, yang juga merupakan anggota DPRD Bukittinggi dari Fraksi PKS, kebijakan sepihak pemerintah pusat beserta koleganya menaikkan tarif BBM bersubsidi pada Sabtu 3 September 2022 lalu, telah memantik reaksi, penolakan, bahkan perlawanan dari beragam elemen masyarakat di negeri ini.
Tidak terkecuali PKS yang menjadi satu-satunya Parpol non pemerintah yang secara jantan, terang-terangan dan heroik mulai dari pusat hingga ke seluruh provinsi, kota dan kabupaten se-Indonesia yang menyatakan tidak sependapat dan bersebrangan dengan kebijakan pemerintah tersebut.













