Opini

Belajar Matematika Itu Indah

1724
×

Belajar Matematika Itu Indah

Sebarkan artikel ini
Matematika
Reni Asmara

Oleh: Reni Asmara (Guru UPT SDN 12 PANINJAUAN Kecamatan Sepuluh Koto)

MATEMATIKA merupakan pelajaran yang kurang diminati oleh murid. Kebanyakan murid menganggap bahwa matematika merupakan pelajaran yang sangat sulit untuk dimengerti dan dipahami serta tidak menyenangkan. Bahkan matematika juga dianggap sebagai pelajaran yang sangat membosankan karena hanya ada penjelasan dari guru dan setelah materi selesai guru memberikan tugas ulangan dengan murid mengerjakan soal-soal yang diberikan. Biasanya dalam pelajaran matematika murid dituntut untuk mengerti tentang definisi, cara pemecahan masalah, algoritma serta pengoperasian matematika secara benar.

Murid paling tidak semangat apabila disekolah ketika guru memberitahu bahwa pertemuan selanjutnya akan dilakukan ulangan harian. Suasana ulangan yang hening dan menakutkan sehingga terkadang membuat murid justru tidak bisa berfikir dengan keadaan yang demikian. Bahkan yang pada awalnya murid benar-benar paham terkadang justru malahan pikirannya tidak bisa fokus dan tidak bisa berfikir tentang soal yang sedang mereka hadapi karena rasa takut dan keseriusan yang ada.

Namum apabila seseorang mengatakan bahwa matematika dikatakan sebagai sebuah mata pelajaran yang mudah dan menyenangkan, apakah anda akan mengatakan “YA” pada pernyataan itu? Bagaimana dengan pernyataan bahwa matematika itu indah? Apakah jawaban anda juga “YA”? Kenapa?…

Selanjutnya apakah yang indah dari matematika? Bisakah matematika membuat panca indera kita mengatakan indah? Atau indah karena membuat kita berfikir logis dan terstruktur sehingga semua serba teratur? Banyak pertanyaan untuk menghubungkan antara matematika dengan keindahan. Salah satu cara memahami hubungan antara matematika dengan keindahan dapat dilakukan melalui pendekatan seni. Hal ini lebih mudah karena seni sangat dekat dengan keindahan. Matematika sebenarnya juga mempunyai hubungan yang cukup dekat dengan seni.

Ada dua pencirian tentang matematika yang membuatnya terlibat dengan suatu keindahan pada karya seni. Pencirian pertama ialah perumusan sebagai “the science of magnitude or measurement of position” (ilmu tentang keluasan atau pengukuran dan letak). Misalnya salah satu cabang matematika yang disebut geometri proyeksi memusatkan perhatian pada letak dari titik dan garis. Disini terlihat bahwa peran matematika dalam seni arsitektur dan lukis sudah sangat menonjol dari dahulu.

Sementara itu dalam seni lukis dikenal pula istilah pengetahuan perspektif yang pada masa sebelum renaissance (abad 14 sampai 16) belum dikenal. Dengan mulai dimanfaatkannya konsep matematis oleh para pelukis sejak abad 14, maka lukisan menjadi tampak lebih hidup, relistis dan indah. Dalam perkembangan selanjutnya, seni arsitektur juga banyak menggunakan peran matematika dalam menciptakan keindahan gambar itu sendiri maupun hasil konstruksinya.

Sedangkan pencirian kedua yang dikemukakan oleh ahli matematika W. W. Sawyer (1957:12) adalah “mathematics is classification and study of all possible pattern. Pattern is here used in a way that not everybody may agree with. It is to be understood in a very wide sense, to cover almost any kind of regularity that can be recognized by the mind” (matematika adalah penggolongan dan penelaahan tentang semua pola yang mungkin. Pola disini dipakai dalam suatu cara yang tidak setiap orang dapat menyetujuinya. Ini dipahami dalam suatu makna yang luas, mencakup hampir setiap jenis keteraturan yang dapat dikenali oleh pikiran).

Berbagai perwujudan dalam alam mempunyai suatu pola atau keteraturan. Pola pola yang sama seringkali terkandung dalam beraneka benda atau keadaan yang tampaknya berbeda-beda. Tetapi, sekali pola alamiah yang sama itu diketahui dan dipahami oleh ahli matematika, dapat diwujudkan menjadi pola dalam matematika. Pola-pola yang terbentuk di alam (fraktal, fibbonaci dan lain sebagainya) merupakan pola yang ada di alam tetapi kemudian bisa dikembangkan menjadi karya seni yang lebih menarik. Batik, crop circle dan bahkan seni videopun sekarang banyak yang menggunakan pola fraktal sebagai sumber idenya.

Menurut Charles Saunder Peirce (1839-1940) pernah menyebutkan bahwa “every science has a mathematical part, a branch of work that the mathematician is called to do”. Seiring dengan pendapat itu, dapatlah kiranya dikatakan bahwa setiap seni juga mempunyai suatu segi matematis yang dapat memanfaatkan bantuan dan pengetahuan matematika.

Adapun pemahaman konsep merupakan bagian yang paling penting dalam pembelajaran matematika. Keterampilan dalam penguasaan pelajaran yang tinggi terhadap matematika oleh murid tentunya tidak terlepas dari peran keberhasilan seorang guru dan murid sebagai pelaku pembelajaran. Agar murid dapat belajar dengan baik maka tugas guru tidak lagi hanya memberikan sejumlah informasi dalam pemikiran murid, tetapi juga harus dapat mengusahakan bagaimana agar konsep yang penting pada pelajaran matematika dapat tertanam kuat dalam pemikiran siswa.

Menurut Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 menjelaskan bahwa penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur ketercapaian hasil belajar peserta didik yang mencakup : penilaian autentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan (harian dan tengah semester), ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah.

Namun ternyata matematika menyimpan keindahan. Bagaimana mengungkap keindahan matematika? Materi ini disajikan dengan tujuan agar pembaca dapat lebih memahami makna matematika sebagai sebuah ilmu yang dikenal sebagai pelayan ilmu pengetahuan (servant of sciences), ratu ilmu pengetahuan (queen of sciences), bahasa ilmu pengetahuan (language of sciences), yang hidup untuk menghidupkan ilmu-ilmu lain, dan merupakan salah satu dari ilmu-ilmu dasar (basic sciences).

Untuk itu salah satu sarana yang dapat menunjang proses pembelajaran adalah dengan media pembelajaran. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan dan minat serta perhatian murid sedemikian rupa sehingga proses belajar bisa terwujud dengan baik.

Sedangkan salah satu alat bantu yang dapat digunakan guru dalam pembelajaran matematika adalah dengan membuat suatu permainan. Adapun tujuan dari permainan tersebut guna mencapai tujuan pendidikan atau pembelajaran. Bahkan permainan tersebut dapat membuat suasana lingkungan belajar menjadi menyenangkan, segar, hidup, bahagia dan santai sehingga murid dapat berpikir secara tenang dan menjadikan matematika itu suatu pelajaran yang menyenangkan dan terasa indah bagi murid.

Dari sudut pandang ilmu murni, matematika dipandang sebagai seni dan kreatifitas yang dimainkan oleh fikiran manusia. Matematika merupakan kreatifitas yang mengekspresikan keindahan bentuk aksioma, teorema, relasi logika, relasi numerik, yang semuanya menarik bagi penelitinya karena kesempurnaan logikanya, sehingga menjadikannya sebuah ilmu yang mendorong peningkatan kapasitas manusia. Karena kesempurnaan logika inilah, maka dalam matematika tidak ada kontradiksi tentang nilai kebenaran di dalamnya.

Tokoh matematika seperti Pythagoras, Plato sampai Gauss melihat bahwa matematika dipandang sebagai sistem yang teratur dan lebih sempurna daripada dunia nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dari sisi aplikasi, matematika dapat mengungkap fenomena-fenomena alam, masalah kehidupan sehari-hari, dan masalah dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam empat abad terakhir kepentingan praktis matematika dalam ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) tak terbantahkan lagi, karena sebagian besar ilmuwan sangat menyadari makna matematika sebagai ilmu alat, sebagai pelayan, dan sebagai bahasa bagi ilmu-ilmu lainnya.

Oleh karenanya diperbagai universitas di dunia, matematika dipandang mempunyai peran yang sangat penting pada hampir semua bidang IPTEK, seperti ilmu fisika, kimia, biologi, farmasi, ekonomi, ilmu komputer, ilmu-ilmu rekayasa, ilmu-ilmu sosial, dan lain-lain.

Seorang Matematikawan Amerika Serikat (Hardy, 1940) mengatakan bahwa matematikawan bagaikan pelukis atau pembuat puisi, semuanya pembuat pola. Berikut contoh puisi matematika yang dibuat oleh Mutiara Hikmah, siswa SD Kelas IV SDN 08 Talang Jawa Tanjung Enim, pada kongres IndoMS 2008, yang membentuk pola menarik dan cantik. (R.A)